banner 728x250
Daerah  

Peringati Wafatnya Isa Almasih, Kusumo Adi Nugroho Ajak Masyarakat Hidup dalam Kasih dan Pengorbanan

Sidoarjo// Pusatberita.i.news.Site Peringatan wafatnya Isa Almasih yang jatuh pada Jumat, 3 April 2026, menjadi momen sakral yang sarat makna spiritual bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Hari yang dikenal sebagai Jumat Agung ini bukan sekadar peringatan keagamaan, melainkan juga waktu yang tepat untuk merenungkan nilai-nilai luhur tentang kasih, pengorbanan, dan pengabdian bagi sesama manusia.

Dalam suasana yang penuh khidmat tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo sekaligus Ketua IKBA UNTAG Surabaya, Kusumo Adi Nugroho, SE, menyampaikan pesan yang mendalam dan menyentuh hati. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak hanya mengenang peristiwa wafatnya Isa Almasih, tetapi juga menghayati makna besar di balik pengorbanan tersebut.

Menurut Kusumo, wafatnya Isa Almasih adalah simbol kasih yang tidak terbatas, kasih yang melampaui segala perbedaan, dan kasih yang rela berkorban demi kehidupan umat manusia.

“Kasih-Nya tak pernah berkesudahan. Pengorbanan-Nya adalah bukti nyata cinta yang tulus, yang memberi kehidupan dan harapan bagi kita semua,” ungkapnya dengan penuh rasa hormat.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai pengorbanan yang diajarkan Isa Almasih seharusnya menjadi cermin dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah dinamika kehidupan yang penuh tantangan, masyarakat diajak untuk tidak kehilangan arah, melainkan tetap berpegang pada nilai kemanusiaan, kepedulian, dan solidaritas sosial.

Kusumo juga mengingatkan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. Semangat kasih yang diajarkan Isa Almasih, menurutnya, harus diwujudkan dalam tindakan nyata, baik dalam lingkup keluarga, lingkungan, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Melalui momen Jumat Agung ini, mari kita belajar untuk lebih peduli, lebih rendah hati, dan lebih tulus dalam membantu sesama. Karena sejatinya, nilai kehidupan bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi tentang apa yang kita berikan,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Sidoarjo untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum refleksi diri, memperbaiki sikap, serta memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman.

Di tengah berbagai persoalan sosial yang kerap muncul, pesan kasih dan pengorbanan dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang lebih damai dan berkeadilan. Kusumo berharap, semangat ini tidak hanya berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi benar-benar hidup dalam hati setiap individu.

“Ketika kita mampu menghidupkan nilai kasih dalam setiap langkah, maka kita sedang menanam benih kebaikan yang akan membawa perubahan besar bagi masa depan,” tambahnya.

Peringatan wafatnya Isa Almasih tahun ini pun diharapkan mampu menggugah kesadaran kolektif masyarakat untuk kembali pada nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki, tentang cinta yang tulus, pengorbanan yang ikhlas, dan harapan yang tak pernah padam.

Dengan pesan yang sederhana namun penuh makna, Kusumo Adi Nugroho mengingatkan bahwa di balik setiap pengorbanan, selalu ada cahaya harapan. Dan dari kasih yang sejati, akan lahir kehidupan yang lebih bermartabat, damai, dan penuh keberkahan bagi semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *