Sidoarjo//Pusatberita.8.news.Site Peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat Nahdlatul Ulama ke-80 di Kabupaten Sidoarjo menjadi momentum istimewa yang tidak hanya dirayakan dengan penuh khidmat, tetapi juga dipenuhi doa, harapan, dan apresiasi dari berbagai tokoh masyarakat. Salah satu ucapan yang sarat makna dan menyentuh datang dari sosok pengusaha sukses sekaligus “dokter rakyat”, Dr. dr. Andre Yulius, bersama istri tercintanya, Yosie Iriyanti.
Dalam pernyataannya, Dr. dr. Andre Yulius, MH menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya terhadap perjalanan panjang Muslimat NU yang telah menginjak usia delapan dekade. Ia menilai, usia ke-80 bukan sekadar angka, melainkan simbol keteguhan, keikhlasan, dan pengabdian tanpa henti para perempuan dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta membangun kualitas kehidupan masyarakat.
“Selamat Hari Jadi Muslimat NU ke-80. Ini adalah tonggak sejarah yang luar biasa. Delapan puluh tahun bukan waktu yang singkat, tetapi sebuah perjalanan panjang yang penuh perjuangan, pengorbanan, dan dedikasi. Muslimat NU telah hadir sebagai cahaya di tengah masyarakat, membawa nilai-nilai kebaikan, kepedulian, dan keteladanan,” ungkapnya dengan penuh rasa hormat.

Sebagai seorang dokter yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat kecil, Andre Yulius mengaku menyaksikan langsung bagaimana peran Muslimat NU begitu nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia melihat para kader Muslimat NU tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga turut berperan dalam edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, hingga kegiatan sosial yang menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.
Menurutnya, kekuatan Muslimat NU terletak pada keikhlasan para anggotanya dalam mengabdi. Tanpa pamrih, mereka hadir membantu sesama, menjadi penyejuk di tengah berbagai persoalan sosial, dan menjadi penguat bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan.
“Dalam dunia kesehatan, kami memahami bahwa pencegahan dan edukasi adalah kunci. Di sinilah peran Muslimat NU sangat besar, karena para ibu adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga. Ketika seorang ibu kuat, peduli, dan berilmu, maka satu generasi akan terselamatkan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan bangsa. Muslimat NU, kata dia, telah menjadi wadah yang mampu memberdayakan perempuan agar tidak hanya kuat secara emosional dan spiritual, tetapi juga cerdas dan mandiri secara sosial maupun ekonomi.
Sementara itu, sang istri, Yosie Iriyanti, Amd Kebidanan, turut menyampaikan ucapan yang tak kalah menyentuh. Sebagai seorang tenaga kesehatan yang setiap hari berinteraksi dengan para ibu dan anak, ia merasakan betul pentingnya kehadiran organisasi seperti Muslimat NU di tengah masyarakat.
“Selamat Harlah ke-80 Muslimat NU. Saya merasa bangga dan terinspirasi dengan kiprah para perempuan Muslimat NU yang begitu tulus dalam mengabdi. Mereka tidak hanya menjadi ibu dalam keluarga, tetapi juga menjadi ibu bagi masyarakat, yang selalu hadir dengan kasih sayang dan kepedulian,” tuturnya dengan penuh kehangatan.
Yosie menambahkan, perempuan memiliki peran yang sangat mulia, terutama dalam mendidik anak dan menjaga kesehatan keluarga. Ia melihat Muslimat NU telah menjalankan peran tersebut dengan sangat baik, bahkan mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
“Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Apa yang ditanamkan hari ini akan menjadi pondasi masa depan. Muslimat NU telah mengambil peran besar dalam memastikan bahwa nilai-nilai kebaikan itu terus hidup dan berkembang,” imbuhnya.
Pasangan ini juga berharap agar momentum Harlah ke-80 ini menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan semangat untuk terus bergerak maju. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Muslimat NU diharapkan tetap menjadi organisasi yang adaptif, inovatif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para ulama.
Dengan nada yang penuh harap, Dr. Andre Yulius menutup pernyataannya dengan doa agar seluruh langkah pengabdian Muslimat NU senantiasa mendapat ridha dari Allah SWT dan membawa keberkahan bagi masyarakat luas.
“Semoga Muslimat NU terus menjadi lentera yang menerangi jalan umat, menjadi sumber kekuatan bagi perempuan, dan menjadi harapan bagi masyarakat. Teruslah mengabdi dengan hati, karena dari ketulusan itulah lahir perubahan besar bagi bangsa,” pungkasnya.
Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU Kabupaten Sidoarjo pun menjadi bukti nyata bahwa kekuatan perempuan dalam membangun peradaban tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan semangat pengabdian yang terus menyala, Muslimat NU diyakini akan terus hadir sebagai pelindung, penggerak, dan penginspirasi bagi masyarakat, hari ini dan di masa yang akan datang.


