
SIDOARJO//Pusatberita.i.news.Site Suasana di Gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo pada sore hari ini diwarnai dengan kehadiran perwakilan Aliansi Laskar Jenggolo yang datang untuk memenuhi undangan rapat terkait upaya islah atau rekonsiliasi antara Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.
Kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Aliansi Laskar Jenggolo menerima undangan resmi untuk menghadiri pertemuan yang diharapkan menjadi ruang dialog guna membahas langkah-langkah penyelesaian atas dinamika hubungan antara dua pimpinan daerah tersebut. Harapannya, pertemuan itu dapat menjadi awal dari terciptanya keharmonisan kembali dalam kepemimpinan di Kabupaten Sidoarjo.
Namun kenyataan yang ditemui di lokasi ternyata berbeda dari yang mereka bayangkan. Saat tiba di Gedung DPRD, para anggota aliansi mendapati bahwa lembaga legislatif tersebut sedang melangsungkan rapat paripurna internal. Kondisi itu membuat agenda rapat yang dijanjikan kepada Aliansi Laskar Jenggolo belum dapat dilaksanakan sebagaimana yang diharapkan.

Alih-alih mengikuti rapat pembahasan islah, para perwakilan aliansi justru diarahkan untuk menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar di lingkungan Gedung DPRD Sidoarjo. Situasi tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan anggota aliansi yang merasa tujuan kedatangan mereka tidak diakomodasi secara serius.
Sebagai bentuk sikap atas situasi tersebut, Aliansi Laskar Jenggolo memilih untuk tidak mengikuti jamuan buka puasa bersama yang telah disiapkan. Bahkan beberapa anggota aliansi terlihat membawa makanan sendiri ke dalam gedung sebagai simbol bahwa kehadiran mereka bukan untuk menghadiri kegiatan seremonial, melainkan untuk menagih komitmen atas undangan rapat yang telah diberikan sebelumnya.
Salah satu perwakilan aliansi menyampaikan bahwa mereka datang dengan niat baik demi menjaga stabilitas pemerintahan daerah.
“Kami datang ke sini karena ada undangan rapat yang membahas upaya mengislahkan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo. Kami ingin ada pembahasan serius demi kebaikan Sidoarjo. Kalau hanya untuk buka puasa bersama, kami bisa melakukannya di mana saja,” ungkapnya dengan nada penuh harap.
Peristiwa tersebut sempat memunculkan suasana yang cukup tegang di area Gedung DPRD. Meski demikian, para anggota Aliansi Laskar Jenggolo tetap menahan diri dan berharap agar agenda yang dijanjikan tetap dapat diwujudkan dalam waktu dekat.

Di sela-sela kegiatan itu, Ketua PAC GRIB JAYA Kecamatan Tulangan, Agus Subandriyo, ST, turut memberikan pernyataan. Ia menegaskan bahwa kehadiran mereka di Gedung DPRD bukan untuk mencari perhatian, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pemerintahan daerah.
Menurut Agus, masyarakat tentu berharap para pemimpin daerah dapat bersatu dan bekerja bersama demi kemajuan Sidoarjo.
“Kami hadir membawa harapan masyarakat. Yang kami inginkan hanyalah adanya dialog yang baik sehingga Bupati dan Wakil Bupati bisa kembali duduk bersama. Jika para pemimpin bisa kembali rukun, maka roda pemerintahan akan berjalan lebih baik dan masyarakat pun akan merasakan manfaatnya,” ujar Agus Subandriyo.
Ia juga berharap DPRD Kabupaten Sidoarjo dapat berperan aktif sebagai jembatan komunikasi yang mampu mempertemukan berbagai pihak agar persoalan yang berkembang tidak semakin melebar di tengah masyarakat.
Aliansi Laskar Jenggolo menegaskan bahwa mereka akan terus mendorong terwujudnya pertemuan tersebut. Bagi mereka, keharmonisan pemimpin daerah bukan hanya soal hubungan pribadi, melainkan juga menyangkut kepentingan masyarakat luas yang menginginkan pemerintahan berjalan dengan solid, tenang, dan penuh tanggung jawab.
Dengan semangat menjaga persatuan dan kepentingan bersama, mereka berharap langkah menuju islah dapat segera terwujud demi masa depan Kabupaten Sidoarjo yang lebih baik.


