Sidoarjo// Pusatberita.i.news.SiteSuasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti gelaran Bazar Ramadan yang digelar di GOR Sidoarjo. Di tengah semaraknya kegiatan masyarakat yang datang untuk berburu takjil, kuliner, dan berbagai produk UMKM, acara tersebut juga menjadi momen penting dengan dilaksanakannya peresmian Insan Dangdut Jawa Timur (IDJ), sebuah wadah yang diharapkan mampu menyatukan para pelaku seni dangdut di Jawa Timur.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya penampilan spesial dari Orkes Melayu Sang Jagad, grup musik dangdut yang sudah cukup dikenal di kalangan pecinta musik Melayu. Orkes ini dipimpin oleh Chandra Likayana, S.Pd, seorang seniman yang dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam mengembangkan dan melestarikan musik dangdut di Jawa Timur.
Alunan musik khas Melayu yang dimainkan Orkes Melayu Sang Jagad mampu menghidupkan suasana malam di GOR Sidoarjo. Dentingan alat musik yang berpadu dengan suara merdu para penyanyi membuat para pengunjung yang hadir larut dalam hiburan yang penuh kegembiraan. Tidak sedikit masyarakat yang ikut bernyanyi bersama bahkan berjoget menikmati setiap lagu yang dibawakan.
Penampilan tersebut menjadi salah satu magnet utama dalam acara peresmian Insan Dangdut Jawa Timur. Kehadiran Orkes Melayu Sang Jagad seakan memberikan warna tersendiri dalam momentum penting bagi para pelaku seni dangdut yang hadir dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Chandra Likayana sendiri bukanlah sosok baru di dunia musik dangdut. Selain memimpin Orkes Melayu Sang Jagad, ia juga dikenal sebagai pimpinan Orkes Melayu NEW PRASASTI, grup musik yang pernah menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara 1 dalam lomba Orkes Melayu tingkat Jawa Timur. Tidak hanya NEW PRASASTI yang menorehkan prestasi dengan juara 1, akan tetapi orkes Melayu Sang Jagad juga menorehkan prestasi juara 1,jadi selam 2 tahun berturut turut menorehkan prestasi juara 1. Pengalaman panjang tersebut membuat namanya cukup disegani di kalangan para seniman dangdut.
Dalam penampilan spesial pada malam peresmian IDJ tersebut, Chandra menghadirkan sejumlah penyanyi dangdut berbakat yang sudah dikenal di kalangan pecinta musik dangdut. Di antaranya Allyn Mahil, Raffi, Keisya Maharani, Zahra, Vivian, Debby, Dita Nadifah, dan Aini. Dengan suara merdu, penampilan energik, serta interaksi yang hangat dengan penonton, para penyanyi tersebut berhasil menciptakan suasana hiburan yang begitu meriah dan penuh keakraban.
Dalam keterangannya, Chandra Likayana, S.Pd menyampaikan rasa bangga dan harapannya atas berdirinya Insan Dangdut Jawa Timur. Ia menilai organisasi tersebut merupakan langkah penting untuk menyatukan para pelaku seni dangdut agar dapat terus berkembang dan saling mendukung dalam berkarya.
“Dangdut adalah musik rakyat, musik yang lahir dari kehidupan masyarakat. Dengan hadirnya Insan Dangdut Jawa Timur ini, saya berharap para pelaku seni dangdut bisa semakin solid, saling menguatkan, dan terus berkarya untuk menghibur masyarakat. Dangdut harus tetap hidup, tetap dicintai, dan terus berkembang,” ujar Chandra dengan penuh semangat.
Tidak hanya menghadirkan hiburan dan kebersamaan melalui musik dangdut, acara tersebut juga diisi dengan kegiatan sosial yang penuh makna. Dalam rangkaian acara Bazar Ramadan dan peresmian IDJ, turut digelar santunan bagi anak-anak yatim-piatu sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama di bulan suci Ramadan.
Pada kesempatan tersebut, Chandra Likayana, S.Pd juga ikut berpartisipasi secara langsung dengan memberikan santunan kepada anak-anak yatim-piatu dari dana pribadinya sendiri. Aksi kepedulian tersebut menjadi wujud nyata bahwa dunia seni tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu menebarkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Dengan penuh keikhlasan, Chandra berharap santunan tersebut dapat sedikit membantu dan membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim-piatu, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini.
Sementara itu, Ketua Insan Dangdut Jawa Timur (IDJ), Ayunda Goba Maksum, juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peresmian organisasi tersebut. Ia mengapresiasi kehadiran para seniman dangdut yang turut memeriahkan acara dan menunjukkan besarnya semangat kebersamaan di antara para pelaku seni dangdut.

Menurut Ayunda, Insan Dangdut Jawa Timur diharapkan dapat menjadi rumah besar bagi para musisi, penyanyi, pencipta lagu, hingga seluruh pelaku seni dangdut di Jawa Timur.
“IDJ ini kami hadirkan sebagai wadah untuk menyatukan para insan dangdut. Kami ingin semua pelaku seni dangdut memiliki tempat untuk berkumpul, berdiskusi, berkreasi, dan saling mendukung. Dangdut bukan hanya hiburan, tetapi juga bagian dari budaya bangsa yang harus kita jaga bersama,” ungkap Ayunda.
Ia juga berharap keberadaan IDJ dapat membuka peluang yang lebih luas bagi para seniman dangdut untuk terus berkarya dan memperkenalkan dangdut Jawa Timur ke tingkat yang lebih tinggi.
Peresmian Insan Dangdut Jawa Timur yang dirangkai dalam kemeriahan Bazar Ramadan di GOR Sidoarjo ini menjadi momentum yang penuh makna. Tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan serta harapan baru bagi para seniman dangdut untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan musik dangdut sebagai salah satu warisan budaya yang selalu hidup di hati masyarakat.


