Sidoarjo//Pusatberita.i.news.Site Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Pendopo Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo, Minggu (9/3/2026), ketika Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Kabupaten Sidoarjo menggelar peringatan Hari Musik Nasional. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi panggung hiburan, namun juga menjadi momentum untuk mengenang jasa besar pahlawan nasional pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman, serta menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap musik dan budaya bangsa.
Acara yang dipimpin oleh Ketua FPK Kabupaten Sidoarjo Ainul Yaqin yang akrab disapa Gus Nul, bersama panitia pelaksana Sri Mulatsih, SE, berlangsung meriah dan penuh makna. Berbagai kalangan hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari para seniman, pelajar, pegiat budaya, hingga masyarakat umum yang datang untuk menikmati pertunjukan seni sekaligus merasakan kebersamaan di bulan suci Ramadan.

Sejak sore hari, suasana pendopo sudah mulai dipenuhi para pengunjung. Kegiatan diawali pada pukul 15.00 WIB dengan pengumpulan takjil serta pengecekan tata suara sebagai persiapan acara. Kebersamaan para panitia dan relawan dalam mempersiapkan kegiatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Tepat pukul 15.30 hingga 16.00 WIB, panggung seni dibuka dengan penampilan Keroncong Laras Merak yang menghadirkan alunan musik keroncong klasik nan syahdu. Irama lembut yang mengalun seolah membawa penonton bernostalgia pada kejayaan musik keroncong yang pernah menjadi kebanggaan bangsa.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan musik patrol pada pukul 16.00 hingga 16.30 WIB, yang menghadirkan irama khas tradisional Jawa Timur. Suara alat musik yang ritmis dan penuh semangat berhasil membangkitkan antusiasme penonton yang hadir.
Selanjutnya, pada pukul 16.30 hingga 17.00 WIB, penonton disuguhi penampilan biola yang memukau. Alunan nada-nada indah dari alat musik tersebut menghadirkan suasana yang tenang dan menyentuh hati.
Menjelang waktu berbuka puasa, panitia bersama para relawan kemudian membagikan takjil kepada masyarakat pada pukul 17.00 WIB. Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengunjung serta pengendara yang melintas di sekitar alun-alun. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian dan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.
Setelah itu, pada pukul 17.30 WIB, panggung kembali dihidupkan dengan penampilan band dari SMP Negeri 5 Sidoarjo. Penampilan para pelajar tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Sidoarjo memiliki bakat dan semangat besar dalam dunia musik.
Memasuki waktu berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat sejenak untuk berbuka puasa bersama, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat antara para seniman, panitia, dan masyarakat yang hadir.
Usai berbuka, acara kembali dilanjutkan pada pukul 18.30 WIB dengan penampilan angklung yang menghadirkan harmoni musik tradisional yang memukau. Alunan angklung yang dimainkan secara kompak mampu menghadirkan suasana damai dan penuh keindahan.
Memasuki malam hari, panggung kembali dimeriahkan oleh Keroncong Impresif Riang Gembira pada pukul 20.30 hingga 21.00 WIB, yang menghadirkan musik keroncong dengan nuansa segar dan menghibur.
Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan pertunjukan seni tradisional berupa gamelan Larasati, Mocopat oleh FPK dan Jenggolo Manik, serta gamelan Sri Kahuripan, yang berlangsung hingga larut malam. Alunan gamelan yang khas serta lantunan tembang mocopat membawa suasana menjadi lebih sakral dan sarat makna budaya.
Di sela-sela kegiatan, awak media berkesempatan mewawancarai Ketua FPK Kabupaten Sidoarjo, Ainul Yaqin (Gus Nul). Ia menyampaikan bahwa peringatan Hari Musik Nasional merupakan momen penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa musik memiliki peran besar dalam membangun jati diri bangsa.
“Musik bukan hanya sekadar hiburan. Musik adalah bagian dari sejarah dan budaya kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan musik Indonesia, serta mengenang jasa besar para tokoh seperti Bapak WR Supratman yang telah memberikan karya luar biasa bagi bangsa,” ujar Gus Nul.
Sementara itu, Sri Mulatsih, SE, selaku panitia kegiatan menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para pelaku seni di Kabupaten Sidoarjo.
“Kami ingin menghadirkan ruang bagi para seniman untuk terus berkarya dan menampilkan potensi budaya daerah. Semoga kegiatan ini mampu menginspirasi masyarakat agar semakin mencintai seni dan budaya Indonesia,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Sukartini, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada FPK yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sarat nilai budaya tersebut.
Ia menilai bahwa peringatan Hari Musik Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat identitas budaya bangsa.
“Musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai perbedaan. Kami sangat mengapresiasi Forum Pamong Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo yang terus menjaga dan menghidupkan seni budaya di tengah masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa,” ungkap Sukartini.
Melalui kegiatan ini, semangat untuk menjaga dan melestarikan seni musik Indonesia kembali bergema di Kabupaten Sidoarjo. Alunan nada yang mengalun di pendopo tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa warisan budaya bangsa harus terus dijaga agar tetap hidup di hati generasi masa depan.
Peringatan Hari Musik Nasional yang digelar oleh FPK Kabupaten Sidoarjo ini pun menjadi bukti bahwa musik memiliki kekuatan besar untuk menyatukan masyarakat, menghadirkan kebahagiaan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.


