Jakarta//Pusatberita.i.news.Site. Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, kebaikan kembali ditebar tanpa henti oleh Ketua Umum Pertiwi Nusantara Bersatu, sekaligus pengusaha wanita sukses Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi. Konsistensinya dalam berbagi takjil setiap hari menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial bukan sekadar wacana, melainkan aksi yang terus hidup di tengah masyarakat.
Pada Selasa, 24 Februari 2026, ratusan paket berbuka puasa kembali dibagikan kepada masyarakat. Menu yang disiapkan pun istimewa: nasi bebek, aneka gorengan, serta es teh segar untuk melepas dahaga setelah seharian menunaikan ibadah puasa. Namun lebih dari sekadar makanan, yang dibagikan adalah rasa kebersamaan, perhatian, dan cinta kasih kepada sesama.

Di Jakarta, kegiatan pembagian takjil kali ini difokuskan di kawasan Kalibata City. Artis terkenal Eli Sugigi turun langsung ke lapangan, menyapa warga dan membagikan paket berbuka dengan penuh kehangatan. Kawasan hunian yang padat tersebut menjadi saksi kebersamaan antara relawan dan masyarakat yang antusias menyambut kegiatan sosial itu.
Dengan senyum khasnya, Eli Sugigi menyapa warga satu per satu—mulai dari pengemudi ojek online, petugas kebersihan, pekerja harian, hingga warga sekitar yang melintas menjelang waktu berbuka. Suasana terasa hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam keterangannya, Eli mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya bisa ikut serta dalam kegiatan mulia tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Hj. Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi yang setiap hari tanpa lelah berbagi takjil. Di Kalibata City ini saya melihat langsung bagaimana masyarakat begitu senang dan terbantu. Walaupun saya hanya membantu membagikan, saya merasakan pahala dan kebahagiaan yang luar biasa. Semoga ini menjadi amal jariyah untuk kita semua,” ujarnya dengan haru.
Sementara itu, semangat berbagi juga menjalar hingga Surabaya. Di Kota Pahlawan, Hj. Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi mempercayakan pelaksanaan kegiatan kepada Nur Hasanah. Berbeda dengan di Jakarta, pembagian takjil di Surabaya dikhususkan bagi para lansia dan diantarkan langsung ke rumah-rumah mereka.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk perhatian kepada para orang tua yang memiliki keterbatasan untuk keluar rumah. Para relawan menyambangi kediaman para lansia, menyerahkan paket berbuka dengan penuh hormat dan doa.
Nur Hasanah mengaku banyak momen yang sangat menyentuh hati.
“Banyak lansia yang terharu ketika kami datang. Ada yang tinggal sendiri dan merasa jarang dikunjungi. Ketika kami hadir membawa takjil, mereka merasa diperhatikan. Ini bukan hanya tentang makanan, tapi tentang kasih sayang dan kepedulian,” tuturnya.
Dalam wawancara melalui pesan singkat, Hj. Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari niat tulus untuk berbagi dan menghidupkan semangat Ramadan.
“Rezeki yang kita miliki hanyalah titipan. Jika kita mampu berbagi hari ini, maka lakukanlah. Saya hanya ingin menjadi perantara kebaikan dan mengajak lebih banyak orang untuk peduli terhadap sesama. Ramadan adalah momentum untuk memperkuat empati dan solidaritas,” ungkapnya.
Kegiatan berbagi yang dilakukan secara konsisten ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, aksi nyata seperti ini menjadi harapan dan penguat semangat bagi mereka yang membutuhkan.

Dari Kalibata City Jakarta hingga rumah-rumah lansia di Surabaya, jejak kebaikan itu terus mengalir. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menghadirkan cahaya di hati sesama. Dan melalui tangan-tangan tulus yang berbagi, cahaya itu kini semakin terasa terang di tengah masyarakat.






