
Sidoarjo//Pusatberita.i.news.Site. Tangis haru dan kebahagiaan menyelimuti kunjungan Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, di Kecamatan Porong. Kehadirannya bukan sekadar menyerahkan alat bantu mobilitas, tetapi juga membawa kepedulian yang menyentuh langsung persoalan mendasar warga.
Saat mengunjungi rumah Bapak Seger di Desa Candipari, suasana mendadak berubah hening. Wabup Mimik tampak terharu melihat kondisi rumah yang jauh dari kata layak huni. Dinding yang rapuh, atap yang memprihatinkan, serta kondisi bangunan yang tidak memenuhi standar keamanan membuatnya tak bisa menyembunyikan rasa prihatin.seharusnya pemerintahan desa segera mengajukan program RTLH, kenapa kok ngak di ajukan.gimana nih pak kades Candi Pari? Segera laporkan bila ada warga jenengan yang memerlukan bantuan.
Dengan nada penuh empati, ia mempertanyakan mengapa kondisi tersebut belum terlaporkan untuk mendapatkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). “Kenapa ini tidak dilaporkan? Kenapa dibiarkan seperti ini?” ungkapnya, menunjukkan kepedulian sekaligus ketegasan agar persoalan warga tidak terabaikan.

Tanpa menunggu waktu lama, Hj. Mimik Idayana langsung memerintahkan jajaran terkait untuk segera melakukan pendataan dan menindaklanjuti proses rehabilitasi rumah tersebut. Ia memastikan bahwa rumah Bapak Seger akan segera masuk dalam skema perbaikan agar menjadi hunian yang aman dan layak ditempati.
Langkah cepat itu menjadi bukti bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial. Sebelumnya, Wabup Mimik juga telah menyerahkan dua kursi roda medis dan satu tongkat bantu jalan kepada tiga warga di Desa Pamotan dan Desa Candipari. Bantuan itu diberikan untuk membantu mobilitas warga yang mengalami keterbatasan fisik.
Namun di balik penyerahan bantuan tersebut, perhatian terhadap kondisi tempat tinggal warga menjadi sorotan utama. Bagi Wabup Mimik, kesejahteraan tidak hanya soal bantuan alat, tetapi juga tentang memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang layak dan bermartabat.

“Kita tidak boleh menutup mata. Kalau ada warga yang rumahnya tidak layak, harus segera ditindaklanjuti. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat hidup dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Keluarga Bapak Seger pun tak kuasa menahan air mata. Mereka mengaku tidak menyangka kunjungan tersebut akan membawa harapan besar bagi perbaikan rumah mereka. Selama ini, mereka hanya bisa bertahan dengan kondisi seadanya.
Kunjungan ini sekaligus menjadi pesan tegas bahwa pelayanan publik harus responsif dan menyentuh akar persoalan. Pemerintah daerah diharapkan proaktif dalam mendata dan melaporkan kondisi warga agar bantuan sosial tepat sasaran dan tidak terlambat.
Apa yang dilakukan Hj. Mimik Idayana di Porong hari itu menjadi gambaran nyata kepemimpinan yang hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan keberlanjutan solusi.
Air mata haru warga Porong menjadi saksi bahwa perhatian dan tindakan nyata jauh lebih berarti daripada sekadar janji. Dan dari rumah sederhana Bapak Seger, harapan baru untuk hidup yang lebih layak kini mulai menyala.
Namun di balik penyerahan bantuan tersebut, perhatian terhadap kondisi tempat tinggal warga menjadi sorotan utama. Bagi Wabup Mimik, kesejahteraan tidak hanya soal bantuan alat, tetapi juga tentang memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang layak dan bermartabat.


