ACEH UTARA//Pusatberita.i.news.Site
Jarak ribuan kilometer tak menjadi penghalang lahirnya kepedulian. Di Dusun Lhok Pungki, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, suasana haru dan penuh syukur terasa begitu kuat. Masyarakat setempat menyampaikan terima kasih mendalam kepada BAZNAS Kabupaten Sidoarjo atas berbagai bantuan yang telah diberikan, mulai dari paket makanan berbuka puasa hingga pembangunan musholla di Gampong Gunci.
Bantuan tersebut bukan sekadar bentuk kedermawanan, tetapi telah menjadi cahaya harapan bagi warga yang membutuhkan. Terlebih saat bulan suci Ramadan, paket makanan berbuka yang disalurkan benar-benar membantu masyarakat, khususnya kaum dhuafa, lansia, dan anak-anak.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Bantuan ini bukan hanya meringankan beban, tetapi juga membuat kami merasa diperhatikan oleh saudara-saudara kami di Sidoarjo,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Lhok Pungki dengan mata berkaca-kaca.
Tak hanya bantuan konsumsi, pembangunan musholla di Gampong Gunci menjadi wujud nyata kepedulian yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang. Musholla tersebut kini berdiri lebih layak, bersih, dan nyaman. Setiap waktu salat, warga berbondong-bondong memadati bangunan sederhana namun penuh makna itu. Anak-anak pun semakin semangat belajar mengaji dan mengikuti kegiatan keagamaan.
Musholla itu kini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi pusat aktivitas sosial dan spiritual masyarakat. Di sanalah warga mempererat ukhuwah, berdiskusi, belajar, dan membangun kebersamaan.
Dalam keterangannya, Ahmad Hamdani selaku Kepala Bidang Distribusi menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS.
“Kami berupaya memastikan setiap bantuan tepat sasaran dan benar-benar memberi manfaat. Apa yang disalurkan adalah titipan amanah dari masyarakat yang harus kami jaga dengan penuh tanggung jawab,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Moch. Chasbil Aziz Saldju Sodar yang akrab disapa Gus Jazuk, menegaskan bahwa semangat berbagi tidak boleh dibatasi oleh jarak geografis.
“Zakat adalah penguat solidaritas umat. Ketika ada saudara kita yang membutuhkan, di manapun mereka berada, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk hadir membantu. Semoga apa yang kami salurkan membawa keberkahan dan mempererat persaudaraan,” tutur Gus Jazuk.

Ia juga berharap musholla yang telah dibangun dapat menjadi pusat pembinaan karakter generasi muda, sekaligus menjadi simbol persatuan dan semangat gotong royong umat Islam.
Bagi masyarakat Dusun Lhok Pungki dan Gampong Gunci, bantuan tersebut telah menghadirkan perubahan nyata. Di tengah keterbatasan, mereka kini memiliki tempat ibadah yang layak dan dukungan moral yang menguatkan.
Kisah ini menjadi bukti bahwa zakat bukan hanya tentang angka dan nominal, melainkan tentang kepedulian, empati, dan kebersamaan. Dari Sidoarjo untuk Aceh Utara, terjalin jembatan kebaikan yang menyatukan hati dalam semangat berbagi dan keberkahan.






