banner 728x250
Daerah  

Sambut Ramadhan 1447 H, BAZNAS Sidoarjo Hadirkan Harapan Baru bagi Ibu Samenik

 

SIDOARJO//Pusatberita.8.news.Siye Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, kebahagiaan kini menyelimuti hati Ibu Samenik, warga Desa Kureksari, Kecamatan Waru. Rumah sederhana yang selama ini ia tempati akhirnya berdiri lebih kokoh dan layak huni setelah direnovasi oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sidoarjo.

Perbaikan rumah tersebut menjadi bagian dari program sosial bertajuk “Ramadhan Tangguh” yang digagas untuk membantu masyarakat kurang mampu agar dapat menyambut bulan penuh berkah dengan rasa aman dan nyaman. Sebelumnya, rumah Ibu Samenik kerap bocor saat hujan turun deras. Air sering merembes dari atap dan menggenangi lantai, membuatnya dihantui rasa cemas setiap kali cuaca memburuk.

Kini, kondisi itu tinggal kenangan. Atap telah diperbaiki, struktur bangunan diperkuat, dan bagian rumah yang sebelumnya rawan kebanjiran telah ditata ulang agar lebih aman. Senyum haru tak bisa disembunyikan dari wajahnya ketika melihat rumahnya berdiri lebih rapi dan kokoh.

Ibu Samenik yang tinggal di Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo itu mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Baginya, rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan ruang untuk beribadah, beristirahat, dan membangun harapan hidup yang lebih baik.

“Sekarang sudah tidak takut lagi kalau hujan turun. Alhamdulillah, bisa menyambut Ramadhan dengan tenang,” ungkapnya penuh rasa syukur.

Program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) yang dijalankan BAZNAS Sidoarjo merupakan wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat untuk membantu mereka yang membutuhkan. Bantuan ini bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menguatkan ketahanan sosial keluarga penerima manfaat.

Melalui semangat kebersamaan dan kepedulian, BAZNAS Sidoarjo ingin memastikan bahwa Ramadhan tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang konkret. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang merasakan sentuhan kebaikan dari zakat yang dikelola secara amanah dan transparan.

Kisah Ibu Samenik menjadi bukti bahwa kepedulian mampu mengubah rasa cemas menjadi ketenangan, serta mengubah rumah yang rapuh menjadi tempat yang penuh harapan. Di tengah persiapan menyambut bulan suci, hadirnya hunian yang layak menjadi hadiah terindah baginya—sebuah awal baru untuk menjalani hari-hari dengan lebih optimis dan penuh syukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *