banner 728x250
Daerah  

Ning Cahya Ajak Kader dan Masyarakat Sidoarjo Jadikan Ramadhan Momentum Perbanyak Ibadah dan Aksi Sosial

SIDOARJO//Pusatberita.i.news.Site Datangnya bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan suasana berbeda. Nuansa religius, semangat berbagi, serta tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik terasa semakin kuat di tengah masyarakat. Hal inilah yang ditekankan oleh Ketua DPC Pelita Prabu Kabupaten Sidoarjo, Ning Cahya, dalam menyambut Ramadhan tahun ini.

Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan yang datang dan berlalu, melainkan kesempatan emas untuk mempertebal keimanan serta memperbanyak amal kebaikan. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya kader dan pengurus Pelita Prabu di Sidoarjo, untuk benar-benar memaknai bulan penuh berkah ini sebagai momentum perubahan diri.

“Ramadhan adalah bulan pendidikan jiwa. Di dalamnya kita dilatih menahan diri, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Sebagai Ketua DPC Pelita Prabu Sidoarjo, Ning Cahya juga mendorong seluruh jajaran pengurus, mulai dari tingkat kecamatan hingga ranting, agar lebih aktif dan solid dalam menyusun kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap Ramadhan kali ini dapat diisi dengan berbagai program sosial, seperti santunan, pembagian takjil, hingga kegiatan keagamaan yang mampu mempererat ukhuwah dan kebersamaan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antar pengurus di semua tingkatan. Menurutnya, koordinasi yang baik akan melahirkan gerakan yang lebih terarah dan berdampak luas. “Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan yang nyata. Kita harus hadir dan memberi manfaat,” tambahnya.

Bagi Ning Cahya, esensi Ramadhan terletak pada perubahan sikap dan peningkatan kualitas diri. Tidak hanya fokus pada ibadah personal seperti puasa dan tarawih, tetapi juga pada dimensi sosial yang memperkuat rasa empati. Ramadhan, katanya, harus menjadi momen memperbanyak sedekah, membantu yang membutuhkan, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar semangat beribadah tidak hanya terasa di awal Ramadhan saja, melainkan terus konsisten hingga akhir bulan. Konsistensi inilah yang nantinya akan membentuk karakter pribadi yang lebih sabar, rendah hati, dan peduli.

Dengan semangat kebersamaan dan niat tulus untuk berbuat baik, Ning Cahya optimistis Ramadhan dapat menjadi titik tolak lahirnya generasi yang lebih religius dan berdaya guna. Ia pun berharap seluruh masyarakat Sidoarjo menyambut bulan suci ini dengan hati yang bersih serta komitmen kuat untuk meningkatkan amal ibadah.

“Semoga Ramadhan ini menjadi ladang pahala bagi kita semua dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya.

Melalui pesan tersebut, Ramadhan bukan lagi sekadar momentum spiritual, tetapi juga panggilan untuk bergerak, berbagi, dan menghadirkan kebaikan yang nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *