Jawa Timur
//Pusatberita.i.news.SitePerayaan Tahun Baru Imlek 2026 menjadi momen penuh makna bagi masyarakat Mojosari dan sekitarnya. Dalam suasana yang hangat dan sarat kebersamaan, Andre Yulius, M.H bersama keluarga besar Majelis dan Jemaat GIA Mojosari menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan harapan yang menyentuh hati. Perayaan ini dimaknai bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sebagai titik awal untuk membangun optimisme, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Ucapan selamat Tahun Baru Imlek tersebut menggema sebagai ajakan moral bagi seluruh lapisan masyarakat untuk membuka lembaran baru kehidupan. Tahun baru dipandang sebagai kesempatan berharga untuk melakukan refleksi diri, menata kembali tujuan hidup, serta memperkuat tekad dalam meraih masa depan yang lebih cerah. Doa akan kesehatan, keberuntungan, dan kesejahteraan dipanjatkan sebagai harapan bersama agar tahun yang baru membawa kemajuan bagi semua.
Dalam pernyataannya, Andre Yulius yang dikenal luas sebagai “dokter rakyat” menegaskan bahwa nilai-nilai Imlek memiliki pesan universal yang melampaui sekat budaya dan agama. Menurutnya, semangat syukur, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama merupakan fondasi penting dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Tahun Baru Imlek adalah saat yang tepat untuk memulai langkah baru dengan harapan yang lebih baik. Ini momentum untuk memperkuat semangat hidup sehat, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Jika kita berjalan bersama dengan semangat kebersamaan, masa depan yang cerah bukanlah hal yang mustahil,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Yosie Iriyanti, AMd menambahkan bahwa perayaan Imlek menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan menumbuhkan energi positif dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menilai kebersamaan yang terjalin dalam perayaan ini mencerminkan kekuatan solidaritas sosial yang harus terus dirawat.
“Perayaan Tahun Baru Imlek mengajarkan kita arti kebersamaan dan harapan baru. Ini adalah waktu yang tepat untuk saling mendukung, mempererat hubungan antarwarga, dan menumbuhkan semangat positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan persatuan dan optimisme, kita bisa menghadapi tantangan ke depan dengan lebih kuat,” ujarnya.
Keluarga besar Majelis dan Jemaat GIA Mojosari turut menyampaikan doa agar Tahun Baru Imlek 2026 membawa kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Mereka memandang Imlek sebagai simbol kuat toleransi dan persatuan bangsa, di mana nilai saling menghormati dan menghargai perbedaan menjadi pilar utama dalam menjaga keharmonisan sosial.

Lebih dari sekadar perayaan budaya, Imlek juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Tradisi berkumpul bersama keluarga dan komunitas mencerminkan pentingnya kebersamaan sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Dalam suasana penuh sukacita, masyarakat diajak untuk memperkuat rasa empati, memperluas kepedulian sosial, serta menanamkan semangat gotong royong.
Pesan yang mengalir dalam ucapan selamat Tahun Baru Imlek ini menjadi pengingat bahwa setiap awal baru selalu membawa peluang untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan kerja keras, optimisme, dan solidaritas sosial, masyarakat diharapkan mampu melangkah maju dengan keyakinan serta semangat baru
Menutup rangkaian pesan, keluarga besar Majelis dan Jemaat GIA Mojosari berharap Tahun Baru Imlek 2026 menjadi tonggak kebangkitan semangat positif di tengah masyarakat. Dengan menjaga persatuan, menumbuhkan empati, dan terus menebarkan kebaikan, tahun yang baru diharapkan membawa berkah melimpah serta membuka jalan menuju kehidupan yang lebih harmonis, sejahtera, dan penuh makna bagi semua.






