Taman Sidoarjo//
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, suasana religius dan penuh kehangatan terasa dalam kegiatan Sinau Bareng Pra Ramadhan yang digelar DPK LIRA Taman bersama Majelis Al-Itihad. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan spiritual yang mempertemukan masyarakat dalam semangat belajar, merenung, dan memperdalam kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Mengusung tema tentang falsafah cinta kepada Rasulullah melalui kajian kitab Mukhtarul Hadist, acara tersebut menghadirkan suasana khidmat yang menyentuh hati para peserta. Tausiyah yang disampaikan mengajak jamaah untuk tidak hanya memahami ajaran Rasulullah secara teori, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai keteladanan, kesabaran, dan kasih sayang menjadi pesan utama yang terus digaungkan sepanjang kegiatan.
Dalam kajian tersebut, peserta diajak memaknai konsep muwaada’ah sebagai momentum untuk berpisah dengan sifat-sifat buruk, seperti iri hati, dengki, dan kesombongan. Pra Ramadhan dipandang sebagai waktu terbaik untuk membersihkan hati dan menata niat, agar saat memasuki bulan suci, setiap pribadi telah siap secara lahir dan batin.

Kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kebersamaan yang terjalin menciptakan suasana persaudaraan yang hangat, memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari kesungguhan mereka mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari pembacaan doa hingga sesi diskusi keagamaan.
Para peserta mengaku mendapatkan ketenangan batin dan motivasi baru setelah mengikuti sinau bareng tersebut. Banyak di antara mereka merasa tersentuh oleh pesan-pesan spiritual yang disampaikan, sehingga semakin terdorong untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
Sinau Bareng Pra Ramadhan ini menegaskan bahwa cinta kepada Rasulullah bukan sekadar ungkapan lisan, melainkan harus tercermin dalam akhlak mulia dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih bersih, iman yang lebih kuat, serta semangat untuk menebarkan kebaikan di lingkungan sekitarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan yang mendalam, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa persiapan menuju Ramadhan bukan hanya ritual, tetapi juga perjalanan hati untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang.


