banner 728x250
Daerah  

Sinau Bareng Pra Ramadhan DPK LIRA Taman dan Majelis Al-Itihad: Meneguhkan Cinta kepada Rasulullah, Menghidupkan Semangat Hijrah Spiritual

 

Sidoarjo//Pusatberita.8.news.Site  Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, suasana religius yang hangat dan penuh kekhusyukan terasa dalam kegiatan sinau bareng Pra Ramadhan yang diselenggarakan DPK LIRA Taman bersama Majelis Al-Itihad. Kegiatan bertema Muwaada’ah Pra Ramadhan: Falsafah Kekasih Muhammad dari kitab Mukhtarul Hadist ini menjadi ruang pertemuan spiritual yang mempererat kebersamaan masyarakat dalam satu tujuan mulia: mempersiapkan diri lahir dan batin sekaligus memperdalam cinta kepada Rasulullah SAW.

Kajian dipandu oleh Mas Muhammad Aisy Atoh’illah, yang akrab disapa Mas Atok. Dengan penyampaian yang lembut, penuh hikmah, dan mudah dipahami berbagai kalangan, ia mengajak jamaah menyelami ajaran Rasulullah melalui nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Mukhtarul Hadist. Setiap penjelasan disampaikan dengan pendekatan yang menenangkan, membuat para peserta larut dalam suasana reflektif dan penuh perenungan.

Dalam tausiyahnya, Mas Atok menjelaskan bahwa makna muwaada’ah bukan hanya sekadar perpisahan dengan waktu sebelumnya, tetapi juga simbol meninggalkan kebiasaan buruk yang selama ini melekat dalam diri. Pra Ramadhan, menurutnya, harus dimaknai sebagai momentum hijrah spiritual—membersihkan hati dari iri, dengki, dan kesombongan, serta menanamkan akhlak mulia sebagaimana dicontohkan Rasulullah.


“Ramadhan adalah tamu agung. Kita menyambutnya dengan hati yang bersih dan penuh cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Dari situlah keberkahan Ramadhan akan benar-benar terasa,” tutur Mas Atok, yang disambut dengan kekhusyukan dan anggukan para jamaah.

Kegiatan ini mendapat izin sekaligus dukungan penuh dari Bupati LIRA, H. M. Nizar, yang mengapresiasi terselenggaranya sinau bareng sebagai sarana penguatan nilai moral dan spiritual masyarakat. Ia menilai kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan majelis ilmu merupakan langkah strategis dalam membangun generasi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual. Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan untuk mempererat persatuan dan menumbuhkan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan sosial.

Sementara itu, Ketua DPK LIRA Taman, Andi Prasetio, menegaskan bahwa sinau bareng merupakan agenda rutin yang mencerminkan komitmen organisasinya dalam pembinaan spiritual masyarakat. Dalam wawancara dengan awak media, ia menekankan pentingnya menghadirkan ruang belajar agama yang terbuka dan ramah bagi semua kalangan, khususnya generasi muda.


Menurut Andi, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah menimba ilmu agama, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi dan kepedulian sosial. Ia berharap sinau bareng dapat menumbuhkan rasa kebersamaan yang semakin erat di tengah masyarakat. Dengan berkumpul untuk belajar agama, hati menjadi lebih lembut, persaudaraan semakin kokoh, dan semangat menyambut Ramadhan tumbuh lebih kuat.

Antusiasme jamaah yang hadir menunjukkan tingginya kerinduan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang menyejukkan. Banyak peserta mengaku memperoleh ketenangan batin serta motivasi untuk memperbaiki diri menjelang Ramadhan.

Melalui sinau bareng ini, DPK LIRA Taman dan Majelis Al-Itihad tidak sekadar menghadirkan kajian keilmuan, tetapi juga menyalakan harapan dan semangat perubahan. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa cinta kepada Rasulullah bukan hanya diucapkan, melainkan diwujudkan melalui akhlak, kepedulian, dan amal nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan hati yang lebih bersih dan semangat yang diperbarui, masyarakat diharapkan dapat menyambut Ramadhan sebagai momentum transformasi diri—menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan semakin dekat dengan Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *