Aceh//Pusatberita.i.news.Site.
Gelombang kepedulian kemanusiaan kembali menyatukan dua daerah yang terpisah jarak ratusan kilometer. Dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, misi sosial yang digagas oleh Tim BAZNAS Tanggap Bencana dari BAZNAS Kabupaten Sidoarjo hadir membawa secercah harapan bagi warga Desa Babo, Kabupaten Aceh Tamiang. Di tengah upaya masyarakat bangkit dari kondisi sulit pascabencana, bantuan yang datang bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga menjadi penguat semangat dan solidaritas kemanusiaan.
Pada Selasa (10/02), tim kemanusiaan bergerak intensif memastikan setiap program bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran. Fokus utama kegiatan hari itu adalah proses instalasi sumur bor yang menjadi kebutuhan mendesak warga. Selama ini, keterbatasan akses air bersih menjadi tantangan besar bagi masyarakat Desa Babo dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Kehadiran sumur bor membawa perubahan besar. Air bersih yang mengalir bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi simbol dimulainya kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat. Anak-anak kini memiliki akses air yang layak untuk menunjang kesehatan mereka, para ibu terbantu dalam aktivitas rumah tangga, dan warga dapat kembali menata kehidupan dengan lebih optimistis.
Di sisi lain, pembangunan Musholla Pajak turut menjadi perhatian serius tim. Bangunan yang tengah dikerjakan itu perlahan berdiri sebagai simbol kebangkitan spiritual masyarakat. Musholla tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan ruang berkumpul warga untuk saling menguatkan

Dengan target penyelesaian sebelum datangnya bulan suci Ramadhan, pembangunan musholla menjadi motivasi bersama antara tim relawan dan masyarakat setempat. Ramadhan diharapkan menjadi momentum kebangkitan, di mana warga dapat kembali menjalankan ibadah dengan nyaman sekaligus mempererat kebersamaan
“Kami ingin Ramadhan tahun ini menjadi titik awal semangat baru bagi warga Desa Babo. Musholla ini akan menjadi tempat mereka berkumpul, berdoa, dan menumbuhkan harapan,” ujar salah satu anggota tim di lokasi kegiatan.
Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tim juga aktif berkoordinasi dengan perangkat desa untuk mempersiapkan Program Buka Puasa Bersama. Program ini dirancang sebagai ruang berbagi kebahagiaan dan mempererat tali persaudaraan. Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, kegiatan sederhana seperti berbuka puasa bersama diyakini mampu menghadirkan kehangatan dan rasa kebersamaan yang mendalam.
Kehadiran Badan Amil Zakat Nasional melalui perwakilannya dari Sidoarjo menjadi bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan perubahan sosial. Dana yang dititipkan masyarakat menjelma menjadi fasilitas vital dan dukungan moral yang membantu warga bangkit dari keterpurukan
Warga Desa Babo menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur. Bagi mereka, kehadiran relawan dari Sidoarjo adalah bukti bahwa solidaritas antarsesama anak bangsa tetap hidup. Di tengah keterbatasan, perhatian dan kepedulian itu menjadi energi baru untuk menatap masa depan.
Melalui misi kemanusiaan ini, BAZNAS Sidoarjo terus mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam gerakan kebaikan. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan diyakini mampu menjadi cahaya harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Dari Sidoarjo untuk Aceh, pesan kemanusiaan itu mengalir kuat: bahwa harapan selalu bisa tumbuh, bahkan di tengah reruntuhan. Selama masih ada kepedulian dan kebersamaan, selalu ada jalan bagi masyarakat untuk bangkit dan menjemput masa depan yang lebih cerah.










