banner 728x250

H. Moch. Dhamroni Chudlori Ungkap Duka Mendalam atas Wafatnya Ketua DPRD Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono

 

Surabaya//Pusatberita.i.news.Site Kepergian Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2019–2024 dan 2024–2029, Dominikus Adi Sutarwijono, S.I.P., pada 10 Februari 2026, meninggalkan duka yang mendalam bagi dunia pemerintahan dan masyarakat Jawa Timur. Rasa kehilangan tersebut turut dirasakan oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Moch. Dhamroni Chudlori, M.Si., yang menyampaikan belasungkawa dengan penuh rasa haru.

Dalam pernyataannya, H. Moch. Dhamroni Chudlori menuturkan bahwa wafatnya almarhum bukan hanya menjadi duka bagi keluarga dan rekan sejawat, tetapi juga kehilangan besar bagi masyarakat yang selama ini mengenal dedikasi dan pengabdian beliau. Dominikus Adi Sutarwijono dikenang sebagai sosok pemimpin yang bekerja dengan hati, menjunjung tinggi integritas, dan senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat.

  1. “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Dominikus Adi Sutarwijono. Beliau adalah pemimpin yang penuh dedikasi dan tanggung jawab. Semasa hidupnya, beliau banyak memberikan teladan dalam hal pengabdian kepada masyarakat. Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi kita semua,” ungkap H. Moch. Dhamroni Chudlori.

Menurutnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang sederhana, bersahaja, dan mudah bergaul dengan berbagai kalangan. Dalam menjalankan tugas sebagai Ketua DPRD Surabaya, Dominikus dinilai mampu membangun komunikasi yang harmonis antara lembaga legislatif dan masyarakat. Ia selalu membuka ruang dialog dan berupaya memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.

“Beliau bukan hanya seorang pejabat publik, tetapi juga sosok panutan yang menginspirasi. Ketulusan dan semangat pengabdian beliau akan selalu kami kenang. Banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari perjalanan hidup dan perjuangannya,” tambahnya.

Atas nama pribadi dan keluarga besar DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Moch. Dhamroni Chudlori turut memanjatkan doa agar seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi masa duka.

“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta keteguhan hati. Kami semua kehilangan sosok pemimpin yang berdedikasi tinggi,” tuturnya.

Wafatnya Dominikus Adi Sutarwijono menjadi momen refleksi bagi banyak pihak tentang arti sebuah pengabdian yang tulus. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta memiliki komitmen kuat dalam membangun daerah. Duka yang dirasakan hari ini adalah duka bersama, sekaligus bentuk penghormatan atas jejak perjuangan yang telah ia torehkan sepanjang hidupnya.

Meski telah berpulang, semangat pengabdian dan keteladanan almarhum diharapkan terus hidup dalam langkah para penerus bangsa. Namanya akan tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah pengabdian yang memberi makna bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *