Surabaya//Pusatberita.i.news.Site.
Kabar wafatnya Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2019–2024 dan 2024–2029, Dominikus Adi Sutarwijono, S.I.P pada Selasa, 10 Februari 2026, menjadi pukulan duka yang begitu terasa bagi masyarakat Jawa Timur. Kepergian sosok pemimpin yang dikenal luas sebagai figur pekerja keras dan dekat dengan rakyat itu tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi dunia politik dan masyarakat yang selama ini merasakan kiprah pengabdiannya.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, salah satunya dari politisi muda PDI Perjuangan sekaligus anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho, S.E. Dengan penuh rasa kehilangan, Kusumo menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tokoh yang ia nilai sebagai panutan dalam dunia politik dan pengabdian publik.
-
Menurut Kusumo Adi Nugroho, Dominikus Adi Sutarwijono merupakan figur pemimpin yang memiliki integritas, ketegasan, dan kepedulian sosial yang tinggi. Dalam perjalanan kariernya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang sederhana, mudah bergaul, serta konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat di atas segalanya.
“Kami keluarga besar PDI Perjuangan sangat berduka atas wafatnya Bapak Dominikus Adi Sutarwijono. Beliau adalah sosok pemimpin yang mendedikasikan hidupnya untuk rakyat. Keteladanan, semangat juang, dan komitmen beliau dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat akan selalu menjadi inspirasi bagi kami, khususnya generasi muda,” ungkap Kusumo dengan nada hari
Ia menambahkan, selama memimpin DPRD Kota Surabaya, Dominikus dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan dialog dan kebersamaan. Almarhum dinilai mampu menjembatani berbagai kepentingan demi terciptanya kebijakan yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. Kepemimpinannya mencerminkan semangat gotong royong dan pengabdian yang tulus.
Bagi Kusumo, kepergian Dominikus merupakan kehilangan besar bagi dunia politik daerah. Sosok almarhum bukan hanya seorang pemimpin formal, melainkan juga mentor dan inspirator bagi banyak kader muda. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan menjadi bekal penting dalam melanjutkan estafet pengabdian kepada masyarakat.
“Beliau bukan hanya pemimpin, tetapi juga guru bagi kami. Dari beliau kami belajar tentang arti ketulusan dalam melayani rakyat. Kepergian beliau meninggalkan duka yang mendalam, namun juga menguatkan tekad kami untuk meneruskan perjuangan demi kepentingan masyarakat luas,” lanjutnya.
Di tengah suasana duka, Kusumo turut menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.
“Semoga segala amal ibadah dan pengabdian beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kami mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Jasa dan perjuangan beliau akan selalu kami kenang sepanjang masa,” tuturnya.
Wafatnya Dominikus Adi Sutarwijono menjadi momen refleksi bagi banyak pihak tentang arti penting kepemimpinan yang berlandaskan pengabdian dan ketulusan. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pemimpin yang mengabdikan hidupnya untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat. Duka yang menyelimuti hari ini menyatukan doa dari berbagai penjuru, sekaligus meneguhkan semangat untuk melanjutkan cita-cita luhur yang telah ia perjuangkan demi masyarakat.










