
SIDOARJO//Pusatberita.i-news.Site. Hujan deras yang turun tanpa ampun disertai terjangan angin kencang nyaris berujung petaka di Desa Kedungbanteng, Kabupaten Sidoarjo. Sebuah tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) mendadak roboh pada Rabu (1/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, tepat di depan rumah warga bernama Muhammad Nur Kholis.
Detik-detik kejadian berlangsung cepat dan mengejutkan. Di tengah cuaca yang semakin memburuk, angin bertiup kencang menghantam kawasan permukiman warga. Tanpa peringatan, tiang PJU yang berdiri di pinggir jalan tiba-tiba ambruk dan nyaris menimpa badan jalan yang biasa dilalui warga.
“Waktu itu hujan deras sekali, angin juga sangat kencang. Tiba-tiba tiangnya langsung roboh. Kalau tidak tersangkut kabel Telkom, kemungkinan besar sudah jatuh ke tengah jalan,” tutur Muhammad Nur Kholis dengan nada masih diliputi rasa was was, Senin (12/1/2026).

Kejadian tersebut sontak membuat warga sekitar panik. Pasalnya, lokasi robohnya tiang PJU berada di jalur yang cukup ramai, terlebih letaknya berdekatan dengan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Pada jam-jam tertentu, anak-anak kerap melintas di area tersebut untuk mengikuti kegiatan mengaji.
Menyadari potensi bahaya yang mengancam keselamatan pengguna jalan, Nur Kholis bersama beberapa warga tak tinggal diam. Dengan peralatan seadanya, mereka berusaha menyangga ujung tiang yang miring menggunakan kayu agar tidak ambruk sepenuhnya ke badan jalan.
“Kami takut kalau tiba-tiba jatuh dan mengenai pengendara atau anak-anak. Jadi kami tahan sebisanya sambil menunggu ada penanganan,” lanjutnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun peristiwa tersebut meninggalkan rasa cemas di tengah warga. Mereka khawatir, jika tidak segera ditangani oleh pihak terkait, tiang PJU yang roboh bisa kembali menimbulkan ancaman, terlebih cuaca ekstrem masih kerap melanda wilayah Sidoarjo.
Warga pun mendesak instansi terkait agar segera turun tangan melakukan perbaikan atau penggantian tiang PJU demi mencegah jatuhnya korban di kemudian hari. Menurut warga, kejadian ini harus menjadi peringatan serius akan pentingnya pengecekan rutin infrastruktur publik, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru diperbaiki,” tegas salah satu warga setempat.


