
SIDOARJO//Pusatberita.i-news.Site. Musibah robohnya atap rumah yang menimpa salah satu warga Dusun Kepunten RT 01/RW 02, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, mengetuk nurani masyarakat sekitar. Tanpa menunggu bantuan pihak lain, warga setempat bergerak cepat menunjukkan kepedulian melalui aksi sosial kerja bakti bersama yang digelar pada Minggu (11/1/2026).
Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Ketua RT 01, Sudakir, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga para ibu rumah tangga turun tangan dalam semangat gotong royong untuk membantu Ibu Deni, seorang janda yang hidup sederhana bersama anak semata wayangnya.
Atap rumah Ibu Deni diketahui roboh secara mendadak akibat kondisi bangunan yang sudah tua, diperparah dengan cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut membuat rumah korban dalam kondisi rusak parah dan tidak layak huni.
Ketua RT 01, Sudakir, menjelaskan bahwa begitu menerima laporan dari warga, pihaknya langsung berkoordinasi untuk mengambil langkah cepat.
“Begitu kami tahu kejadiannya, warga sepakat untuk langsung bergerak. Ini murni bentuk kepedulian dan kebersamaan. Kami ingin rumah Bu Deni segera bisa diperbaiki agar aman dan layak ditempati kembali,” ujar Sudakir di sela kegiatan.
Dalam kerja bakti tersebut, warga bahu-membahu memperbaiki rangka atap rumah, mengganti genteng yang rusak, serta membersihkan puing-puing sisa reruntuhan. Tak sedikit warga yang secara sukarela menyumbangkan material bangunan, seperti kayu, genteng, hingga paku, sebagai bentuk solidaritas sosial.
Sementara itu, para ibu rumah tangga turut berperan dengan menyiapkan konsumsi bagi warga yang bekerja. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak begitu kental, mencerminkan kuatnya ikatan sosial di lingkungan Dusun Kepunten.
Tak hanya fokus pada perbaikan rumah, momentum kerja bakti ini juga dimanfaatkan untuk membersihkan gorong-gorong dan saluran air di sekitar permukiman warga. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi genangan air dan banjir, mengingat curah hujan yang masih tinggi.
“Sekalian kita bersihkan saluran air supaya alirannya lancar. Ini penting demi kenyamanan dan kesehatan lingkungan,” tambah Sudakir.
Di sisi lain, Ibu Deni tak mampu menyembunyikan rasa haru atas kepedulian yang ditunjukkan oleh warga sekitar. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah membantu di tengah keterbatasan ekonomi yang ia alami.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua warga. Tanpa bantuan dan gotong royong ini, saya tidak tahu harus berbuat apa. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan panjenengan semua,” ucapnya lirih.
Aksi sosial ini menjadi bukti nyata bahwa nilai gotong royong dan kepedulian sosial masih terjaga dengan kuat di tengah masyarakat. Warga Dusun Kepunten berharap semangat kebersamaan seperti ini terus hidup dan menjadi contoh bagi lingkungan lain dalam membangun solidaritas serta rasa saling tolong-menolong antar warga.


