banner 728x250
Daerah  

Dr. dr. Andre Yulius: “Satyam Eva Jayate Jadi Kompas PDI Perjuangan Menuju Politik Nasional 2029”

 


Sidoarjo//Pusatberita.i-news.Site.  Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan dengan tema “Satyam Eva Jayate” dinilai sebagai titik konsolidasi strategis menuju arah politik nasional 2029. Hal itu disampaikan politisi muda PDI Perjuangan, Dr. dr. Andre Yulius, M.H, yang menegaskan bahwa nilai kebenaran menjadi fondasi utama partai dalam menyiapkan kepemimpinan nasional masa depan.

Menurut Andre Yulius, memasuki usia ke-53, PDI Perjuangan berada pada fase krusial: bukan hanya mempertahankan kekuatan elektoral, tetapi memastikan kesinambungan ideologi, kaderisasi, dan kepemimpinan nasional yang berakar kuat pada Pancasila dan ajaran Bung Karno.

“Tema Satyam Eva Jayate bukan hanya refleksi sejarah, tetapi juga pesan politik ke depan. Menuju 2029, PDI Perjuangan menegaskan bahwa kebenaran, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat adalah modal utama menghadapi dinamika politik nasional,” ujar Andre Yulius, Jumat (9/1/2026).

Ia menilai, dalam peta politik pasca-Pemilu 2024, masyarakat semakin kritis terhadap arah kepemimpinan nasional. Kondisi tersebut menuntut partai politik tidak sekadar menawarkan figur, tetapi juga narasi ideologis yang konsisten dan dapat dipercaya.

Dalam konteks itu, Andre Yulius menegaskan bahwa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri tetap menjadi jangkar ideologis PDI Perjuangan dalam menjaga arah perjuangan partai menuju 2029.

“Ibu Megawati bukan hanya Ketua Umum, tetapi penjaga nilai dan garis ideologi partai. Di tengah politik yang sering pragmatis, beliau memastikan PDI Perjuangan tetap berjalan di rel kebenaran,” tegasnya.

Lebih jauh, Andre Yulius secara eksplisit menautkan HUT ke-53 ini dengan proses regenerasi kepemimpinan nasional, di mana peran Puan Maharani dinilai semakin strategis sebagai simbol kesinambungan ideologi dan kepemimpinan negara.

“Kepemimpinan Mbak Puan Maharani di tingkat nasional adalah representasi nyata bahwa PDI Perjuangan tidak kekurangan stok pemimpin untuk 2029. Ini bukan soal pencitraan, tapi soal rekam jejak, kapasitas, dan kesetiaan pada nilai perjuangan,” katanya.

Andre Yulius menegaskan bahwa menuju 2029, PDI Perjuangan akan menghadapi tantangan besar: polarisasi politik, krisis kepercayaan publik, serta tekanan global di bidang ekonomi, kesehatan, dan kedaulatan nasional. Oleh karena itu, kader-kader muda partai harus tampil sebagai agen perubahan yang ideologis sekaligus solutif.

“Kami, kader muda PDI Perjuangan, siap menjadi garda depan. Politik 2029 harus diisi dengan gagasan, bukan sekadar transaksi. Dengan berpijak pada Satyam Eva Jayate, kami yakin kebenaran akan menemukan jalannya,” ucapnya.

Ia menambahkan, HUT ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum untuk mengonsolidasikan kekuatan struktural, ideologis, dan elektoral partai dari pusat hingga akar rumput, sebagai persiapan menghadapi pertarungan politik nasional yang semakin terbuka dan kompetitif.

“PDI Perjuangan tidak pernah absen dari sejarah besar bangsa. Dan menuju 2029, partai ini kembali menegaskan posisinya sebagai kekuatan utama yang menawarkan kepemimpinan nasional berlandaskan kebenaran dan keberpihakan kepada rakyat,” pungkas Andre Yulius.

Peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan tahun ini pun dipandang sebagai sinyal politik awal bahwa partai berlambang banteng moncong putih tersebut mulai mengencangkan barisan dan menyusun langkah strategis menuju kontestasi nasional 2029.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *