banner 728x250
Daerah  

Adam Rusydi Ucapkan Selamat HUT ke-53 PDI Perjuangan, Tegaskan Politik Nasional Harus Bertumpu pada Kebenaran dan Persatuan

 


SIDOARJO//Pusatberita.i-news.Site. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) tidak hanya menjadi seremoni internal partai, tetapi juga momentum reflektif bagi seluruh kekuatan politik nasional. Hal itu ditegaskan oleh Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sidoarjo sekaligus Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Adam Rusydi, M.Pd, dalam pernyataannya menyikapi HUT partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Adam Rusydi menyampaikan ucapan selamat HUT ke-53 PDI Perjuangan dengan menggarisbawahi tema besar “Satyam Eva Jayate” yang berarti kebenaran pasti akan menang. Menurutnya, tema tersebut memiliki makna mendalam dan sangat relevan dengan kondisi politik nasional yang tengah berada dalam fase konsolidasi besar pasca kontestasi demokrasi.

“Saya mengucapkan selamat HUT ke-53 kepada PDI Perjuangan. Tema Satyam Eva Jayate adalah pesan universal bahwa politik tidak boleh lepas dari nilai kejujuran, integritas, dan keberanian untuk berpihak pada kebenaran,” ujar Adam Rusydi.

Ia menilai, dalam dinamika politik nasional yang semakin kompleks, masyarakat membutuhkan teladan dari para elite politik. Bukan sekadar adu narasi kekuasaan, melainkan komitmen nyata untuk menghadirkan politik yang solutif, beradab, dan berorientasi pada kepentingan rakyat luas.

Adam Rusydi menegaskan bahwa perbedaan ideologi, platform, dan strategi antarpartai merupakan bagian dari demokrasi yang sehat. Namun demikian, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi polarisasi berkepanjangan yang justru melemahkan sendi-sendi kebangsaan.

Menurutnya, pasca pemilu, politik nasional seharusnya memasuki fase rekonsiliasi dan penguatan persatuan. Semua kekuatan politik, baik yang berada di dalam maupun di luar lingkar kekuasaan, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga stabilitas nasional.

“Kompetisi politik sudah selesai di bilik suara. Saat ini yang dibutuhkan adalah kebesaran jiwa untuk bersatu membangun bangsa. Politik nasional harus diarahkan pada penyelesaian persoalan rakyat, bukan memperpanjang konflik,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya etika politik dalam membangun kepercayaan publik. Di tengah derasnya arus informasi dan opini di ruang digital, elite politik dituntut untuk menjadi penyejuk, bukan justru memperkeruh suasana dengan narasi provokatif.

Sebagai Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur yang membidangi keuangan dan pembangunan, Adam Rusydi menilai bahwa stabilitas politik nasional memiliki dampak langsung terhadap keberhasilan pembangunan di daerah. Ketidakpastian politik, menurutnya, berpotensi menghambat investasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, serta mengurangi efektivitas program-program pemerintah.

“Stabilitas politik nasional adalah fondasi utama bagi pembangunan berkelanjutan. Ketika politik sehat, maka kebijakan publik dapat berjalan lebih efektif dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap seluruh partai politik, termasuk PDI Perjuangan, terus mengambil peran strategis dalam memperkuat demokrasi substantif, menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan kontrol, serta mengawal kebijakan agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Ucapan Adam Rusydi kepada PDI Perjuangan juga dipandang sebagai simbol kedewasaan politik lintas partai. Di tengah kompetisi politik yang kerap diwarnai ketegangan, sikap saling menghormati antar partai dinilai penting untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat.

 

Menurut Adam, bangsa Indonesia membutuhkan politik yang tidak hanya kuat dalam kontestasi, tetapi juga matang dalam kolaborasi. Perbedaan warna politik tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja bersama demi kepentingan nasional.

 

“Politik harus menjadi sarana pengabdian, bukan sekadar alat perebutan kekuasaan. Ketika kebenaran, persatuan, dan kepentingan rakyat menjadi tujuan bersama, maka demokrasi kita akan semakin dewasa,” pungkasnya.

Momentum HUT ke-53 PDI Perjuangan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa politik nasional Indonesia harus terus bergerak menuju arah yang lebih bermartabat, berintegritas, dan berorientasi pada masa depan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *