
Sidoarjo//Pusatberita.i-news.Site. Suasana di sekitar Terminal 1 Bandara Internasional Juanda mendadak berubah mencekam pada Kamis (8/1/2026) siang. Sekitar pukul 14.00 WIB, angin puting beliung disertai hujan deras menerjang kawasan bandara dan permukiman warga di sekitarnya. Fenomena cuaca ekstrem ini datang tiba-tiba, memicu kepanikan, merusak kendaraan, serta menyebabkan rumah-rumah warga mengalami kerusakan cukup parah.
Angin berputar dengan kekuatan besar hanya berlangsung beberapa menit, namun dampaknya terasa luas. Material ringan beterbangan di udara, pepohonan bergoyang hebat, dan sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar Terminal 1 Bandara Juanda dilaporkan rusak akibat terpaan angin kencang dan benda-benda yang terhempas.
Beberapa sepeda motor roboh dan terseret angin, sementara mobil-mobil yang berada di area parkir mengalami penyok dan kaca pecah akibat tertimpa material bangunan. Aktivitas di sekitar terminal sempat terganggu, meski tidak sampai menghentikan operasional penerbangan.
Tak hanya kawasan bandara, permukiman warga di sekitar Bandara Juanda juga turut terdampak. Atap rumah beterbangan, genteng berserakan di jalanan, hingga dinding bangunan yang ambruk menjadi pemandangan pascakejadian. Sejumlah warga terpaksa keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang berharga.
“Anginnya tiba-tiba besar sekali, mutar dan bawa hujan. Genteng langsung beterbangan, kami hanya bisa lari keluar rumah,” ujar salah satu warga yang rumahnya terdampak.
Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa peristiwa tersebut merupakan fenomena angin puting beliung yang dipicu oleh kondisi atmosfer tidak stabil.
“Berdasarkan pemantauan BMKG, kejadian ini dipicu oleh pertumbuhan awan cumulonimbus yang signifikan di wilayah Juanda dan sekitarnya. Fenomena ini bersifat lokal dan berlangsung singkat, namun dapat menimbulkan dampak kerusakan karena disertai angin kencang dan hujan lebat,” jelas pihak BMKG Juanda.
BMKG juga menegaskan bahwa saat ini wilayah Jawa Timur masih berada pada masa peralihan musim atau pancaroba, sehingga potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, dan puting beliung masih cukup tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama saat muncul awan gelap dan hujan disertai angin,” imbuhnya.
Sementara itu, pihak pengelola Bandara Internasional Juanda bergerak cepat melakukan pengecekan menyeluruh terhadap fasilitas Terminal 1 pascakejadian. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan keselamatan penumpang dan operasional penerbangan.
“Kami memastikan seluruh operasional Bandara Juanda tetap berjalan normal dan aman. Petugas langsung melakukan inspeksi fasilitas terminal, area parkir, serta jalur pelayanan penumpang,” ujar perwakilan pengelola bandara.
Pengelola bandara juga menegaskan bahwa tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut. Seluruh penerbangan tetap berlangsung dengan pengawasan ketat, mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan pengguna jasa bandara.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di sekitar Terminal 1 Bandara Juanda dilaporkan telah berangsur kondusif. Aparat terkait bersama pihak bandara, pemerintah setempat, dan instansi terkait masih melakukan pendataan kerusakan kendaraan dan rumah warga yang terdampak angin puting beliung.
Warga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah, baik dalam bentuk bantuan darurat maupun perbaikan rumah yang rusak. Selain itu, masyarakat juga mengharapkan peningkatan sistem peringatan dini serta mitigasi bencana, mengingat kawasan sekitar bandara merupakan wilayah padat aktivitas dan permukiman.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat terjadi kapan saja. Kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan respons cepat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan.


