
Way Kanan//Pusatberita.i-news.Site. Kasus dugaan malapraktik medis yang diduga menyebabkan hilangnya nyawa seorang warga di Kabupaten Way Kanan hingga kini masih menyelimuti ruang publik dengan tanda tanya besar. Lebih dari dua pekan berlalu sejak peristiwa tragis tersebut mencuat dan menjadi perhatian masyarakat luas, namun belum tampak langkah nyata maupun pernyataan resmi dari Bupati Way Kanan maupun Dinas Kesehatan setempat.
Ketiadaan sikap dan penjelasan terbuka dari pemerintah daerah justru memicu gelombang kekecewaan serta kemarahan publik. Pasalnya, perkara ini bukan sekadar dugaan kesalahan prosedur medis, melainkan menyangkut hak paling mendasar manusia: hak untuk hidup dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, serta bertanggung jawab.
Sejumlah kalangan menilai sikap bungkam tersebut mencerminkan lemahnya keberpihakan pemerintah daerah terhadap korban dan keluarga yang ditinggalkan. Hingga hari ke-16 sejak kasus ini mencuat, belum ada kejelasan mengenai hasil pemeriksaan internal, audit medis, maupun langkah hukum yang ditempuh untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan kelalaian tersebut.
Desakan pun bermunculan dari berbagai elemen masyarakat. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), aktivis pemerhati kesehatan, hingga tokoh masyarakat secara terbuka meminta pemerintah daerah segera bersikap transparan. Mereka mendesak agar Bupati Way Kanan dan Dinas Kesehatan turun langsung menangani kasus ini, bukan sekadar membiarkannya tenggelam oleh waktu.
“Sudah lebih dari dua pekan berlalu, tetapi tidak ada kejelasan apa pun. Ini bukan persoalan sepele. Ini menyangkut keselamatan pasien dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan,” ujar salah satu aktivis kesehatan kepada wartawan, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, lambannya respons pemerintah justru berpotensi memperburuk citra pelayanan kesehatan daerah. Masyarakat, kata dia, berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana pemerintah menjamin agar kejadian serupa tidak terulang.
Kecaman serupa juga disampaikan Bustam, salah satu tokoh masyarakat Way Kanan. Ia menilai kasus ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di daerah.
“Ini menyangkut nyawa manusia. Jangan sampai nyawa manusia diperlakukan seolah-olah menjadi kelinci percobaan. Pemerintah tidak boleh lepas tangan dan harus bertanggung jawab penuh,” tegas Bustam.
Hingga kini, publik masih menunggu langkah konkret dari aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mengusut tuntas dugaan malapraktik tersebut. Penanganan secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih dinilai mutlak diperlukan agar keadilan bagi korban dan keluarga dapat terwujud.
Lebih jauh, masyarakat menilai pengusutan yang serius juga penting sebagai peringatan keras bagi seluruh fasilitas dan tenaga medis agar selalu mematuhi standar operasional prosedur (SOP) serta menjunjung tinggi etika profesi dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada pihak Bupati Way Kanan dan Dinas Kesehatan belum membuahkan hasil. Keduanya belum memberikan pernyataan resmi meski kasus ini terus menjadi sorotan publik dan perbincangan luas di tengah masyarakat.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kasus dugaan malapraktik tersebut berpotensi menguap tanpa kejelasan. Masyarakat pun berharap pemerintah daerah tidak terus berdiam diri, melainkan segera mengambil langkah tegas, transparan, dan berpihak pada keadilan.
Publik menaruh harapan besar agar tragedi ini menjadi titik balik perbaikan layanan kesehatan di Way Kanan, sekaligus memastikan bahwa keselamatan pasien benar-benar menjadi prioritas utama, bukan sekadar jargon dalam pelayanan publik.






