banner 728x250
Daerah  

Menutup 2025 dengan Harapan: Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi Titipkan Pesan Kebangkitan Perempuan untuk 2026

 

 


Sidoarjo//Pusatberita.i-news.Site Pergantian tahun selalu menjadi ruang jeda bagi setiap insan untuk berhenti sejenak, menengok ke belakang, lalu menatap masa depan dengan harapan baru. Di penghujung Tahun 2025, momen refleksi itu dimanfaatkan dengan penuh makna oleh Hj. Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi, pengusaha perempuan sekaligus Ketua Umum Pertiwi Nusantara Bersatu, yang menyampaikan pesan kebangsaan dan kemanusiaan menjelang Tahun Baru 2026.

Bagi Hj. Raden Ayu, Tahun 2025 adalah perjalanan panjang yang penuh pelajaran. Ia menyebut tahun ini sebagai fase pembuktian, di mana banyak pihak diuji oleh keadaan—mulai dari pelaku usaha, masyarakat kecil, hingga perempuan-perempuan tangguh yang menjadi tulang punggung keluarga. Namun justru dari situ, ia melihat lahirnya kekuatan yang sesungguhnya.

“Dalam situasi yang tidak selalu mudah, kita belajar bahwa harapan tidak pernah benar-benar hilang. Ia tumbuh dari keberanian untuk bangkit dan dari kemauan untuk saling menguatkan,” ungkapnya.

Sebagai pelaku usaha, Hj. Raden Ayu mengaku sangat merasakan dinamika ekonomi yang terjadi sepanjang 2025. Namun ia menekankan bahwa dunia usaha bukan sekadar soal laba dan angka pertumbuhan. Lebih dari itu, usaha adalah ruang pengabdian, tempat nilai-nilai kejujuran, kepedulian, dan kebermanfaatan diuji setiap hari.

Prinsip tersebut pula yang menjadi ruh dalam kepemimpinannya di Pertiwi Nusantara Bersatu. Organisasi ini terus bergerak mendampingi perempuan, mendorong kemandirian ekonomi, serta membuka ruang bagi UMKM agar tetap bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Ia menilai, sepanjang 2025, peran perempuan Indonesia semakin terasa nyata. Perempuan hadir di garis depan, bukan hanya sebagai pendamping, tetapi sebagai pengambil keputusan, penggerak ekonomi, dan penjaga nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

“Perempuan memiliki kekuatan yang sering kali lahir dari ketulusan. Ketika mereka diberi kesempatan, yang muncul bukan hanya kemajuan ekonomi, tetapi juga keseimbangan sosial dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Memasuki Tahun Baru 2026, Hj. Raden Ayu mengajak seluruh masyarakat untuk tidak larut dalam pesimisme. Menurutnya, tahun baru harus dimaknai sebagai lembaran baru untuk memperbaiki diri, memperkuat solidaritas, dan membangun masa depan dengan semangat kebersamaan.

Ia berharap 2026 menjadi tahun di mana kolaborasi lebih diutamakan daripada perpecahan, dan kepedulian sosial menjadi fondasi dalam setiap langkah pembangunan. Dunia usaha yang sehat, adil, dan inklusif juga menjadi salah satu harapan besarnya demi memperkuat ekonomi rakyat.

Dalam pandangannya, Pertiwi Nusantara Bersatu akan terus melanjutkan program-program pemberdayaan perempuan, pendampingan UMKM, serta penguatan karakter kebangsaan di berbagai daerah. Ia ingin organisasi tersebut menjadi rumah bersama bagi perempuan Nusantara untuk tumbuh, berdaya, dan berkontribusi nyata bagi lingkungannya.

Di tengah refleksi tersebut, Hj. Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi turut menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Dengan penuh rasa syukur, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026. Semoga tahun yang baru ini membawa kesehatan, ketenangan, keberkahan, serta semangat baru bagi kita semua untuk terus melangkah bersama,” ucapnya.

Ia berharap pergantian tahun ini menjadi momentum untuk menata ulang niat dan meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. Baginya, Indonesia yang kuat bukan hanya dibangun oleh kebijakan besar, tetapi juga oleh langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan keikhlasan dan kepedulian.

Menutup pesannya, Hj. Raden Ayu menegaskan bahwa masa depan bangsa terletak pada kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk saling mendukung dan saling menguatkan.

“Jika kita memilih untuk berjalan bersama, saling menjaga, dan saling menguatkan, maka 2026 akan menjadi tahun penuh harapan bagi Indonesia,” pungkasnya.

Refleksi akhir tahun yang disampaikan Hj. Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi ini menjadi pengingat bahwa pergantian tahun bukan sekadar seremonial, melainkan ajakan untuk bangkit, berdaya, dan terus menyalakan harapan demi Indonesia yang lebih manusiawi dan bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *