banner 728x250
Daerah  

Refleksi Akhir 2025, Kusumo Adi Nugroho Targetkan Penguatan UMKM dan Ekonomi Rakyat Sidoarjo di 2026

 

 

Sidoarjo//Pusatberita.i-news.site Pergantian tahun selalu menjadi momen penting untuk berhenti sejenak, menengok ke belakang, sekaligus menatap masa depan dengan harapan baru. Menjelang berakhirnya tahun 2025 dan memasuki Tahun Baru 2026, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan akhir tahun sebagai ruang refleksi bersama atas perjalanan pembangunan ekonomi daerah.

Menurut Kusumo, tahun 2025 menjadi periode yang sarat dinamika dan tantangan. Perekonomian daerah tidak bisa dilepaskan dari pengaruh situasi global dan nasional, mulai dari fluktuasi harga kebutuhan pokok, perubahan pola konsumsi masyarakat, hingga dampak kebijakan ekonomi nasional yang turut dirasakan di tingkat daerah. Namun di balik tantangan tersebut, Kusumo melihat adanya peluang besar untuk melakukan pembenahan kebijakan agar lebih berpihak pada kepentingan rakyat.

“Refleksi akhir tahun bukan hanya soal mencatat capaian, tetapi juga keberanian untuk jujur melihat kekurangan. Dari situlah kita bisa memperbaiki arah kebijakan agar di tahun 2026 pembangunan ekonomi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Kusumo, akhir Desember 2025.

Sebagai Wakil Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo yang membidangi perekonomian, keuangan daerah, perindustrian, perdagangan, dan UMKM, Kusumo menegaskan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal kebijakan ekonomi agar berjalan sesuai tujuan. Sepanjang 2025, Komisi B aktif melakukan pengawasan terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan pasar, perizinan usaha, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dari hasil pengawasan tersebut, Komisi B mencatat masih adanya sejumlah persoalan mendasar yang perlu segera dibenahi. Di antaranya adalah tata kelola pasar tradisional yang belum maksimal, perlindungan terhadap pedagang kecil yang masih lemah, serta potensi ekonomi lokal yang belum tergarap secara optimal.

“Kita melihat langsung di lapangan, masih banyak pedagang kecil yang membutuhkan keberpihakan nyata. Pasar tradisional harus menjadi ruang yang nyaman, tertata, dan mampu meningkatkan kesejahteraan pedagang, bukan justru sebaliknya,” tegas Kusumo.

Ia juga menekankan bahwa upaya peningkatan PAD tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang memberatkan masyarakat. Menurutnya, kebijakan fiskal daerah harus disusun secara seimbang, antara kepentingan pendapatan daerah dan keberlangsungan usaha kecil sebagai tulang punggung ekonomi Sidoarjo.

Memasuki Tahun Baru 2026, Kusumo Adi Nugroho menegaskan komitmennya untuk mendorong penguatan ekonomi kerakyatan sebagai agenda prioritas. Ia menilai UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian global.

“Tahun 2026 harus kita jadikan momentum kebangkitan UMKM Sidoarjo. Pemerintah daerah harus hadir melalui kebijakan yang mempermudah perizinan, membuka akses pembiayaan, serta memperluas pemasaran produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Selain UMKM, Kusumo juga menaruh perhatian serius pada penataan dan revitalisasi pasar tradisional. Ia menilai pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang harus dilindungi dan diperkuat keberadaannya.

“Pasar tradisional adalah denyut nadi ekonomi rakyat. Jika pasar hidup, maka ekonomi masyarakat ikut bergerak. Ini yang harus kita jaga dan perkuat,” ujarnya.

Di sisi lain, Kusumo mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan daerah. Menurutnya, investasi yang masuk ke Sidoarjo harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kita terbuka terhadap investasi, tetapi tidak boleh abai terhadap dampak sosial dan lingkungan. Investasi harus memberi nilai tambah bagi daerah dan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya keuntungan jangka pendek,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kusumo menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Ia meyakini, kolaborasi yang kuat akan melahirkan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Menutup refleksi akhir tahunnya, Kusumo Adi Nugroho mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo menyambut Tahun Baru 2026 dengan semangat optimisme, kebersamaan, dan gotong royong. Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Dengan kebersamaan, keterbukaan, dan komitmen yang kuat, saya optimistis Sidoarjo di tahun 2026 akan melangkah menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *