
Sidoarjo//Pusatberita.i-news.site Menjelang pergantian tahun menuju 2026, Pemerintah Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat dengan menyalurkan Bantuan Pangan Tahun 2025 kepada ratusan warga kurang mampu.
Kegiatan penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 26 Desember 2025, sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Balai Desa Kepatihan. Sejak pagi hari, ratusan warga tampak tertib mengantre dengan penuh antusias, menandakan besarnya manfaat bantuan tersebut bagi kebutuhan rumah tangga masyarakat.
Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui skema Bantuan Sosial Beras Sejahtera (RASTRA) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang bertujuan menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
406 Paket Bantuan Disalurkan
Untuk Desa Kepatihan, total bantuan pangan yang disalurkan mencapai 406 paket, yang masing-masing paket berisi 20 kilogram beras kualitas medium dan 4 liter minyak goreng merek “Minyak Kita”. Seluruh bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya telah melalui proses pendataan dan verifikasi oleh pemerintah desa.
Kepala Desa Kepatihan, Rigor P, menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Bantuan ini kami salurkan agar benar-benar dapat meringankan beban warga. Kami pastikan pendistribusian dilakukan secara terbuka, transparan, dan tepat sasaran,” tegas Rigor P.
Ia berharap, bantuan pangan tersebut mampu membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dapur, khususnya menjelang akhir tahun yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan rumah tangga.
Sekdes Novianto: Data Penerima Diverifikasi Ketat
Sementara itu, Sekretaris Desa Kepatihan, Novianto, menjelaskan bahwa pemerintah desa telah melakukan berbagai tahapan persiapan sebelum penyaluran bantuan dilaksanakan. Mulai dari pendataan penerima, verifikasi lapangan, hingga koordinasi dengan pihak terkait, semuanya dilakukan untuk menghindari kesalahan distribusi.
“Kami berkomitmen agar bantuan ini benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Data penerima sudah kami verifikasi secara berlapis, sehingga pelaksanaan di lapangan berjalan tertib dan kondusif,” ungkap Novianto.
Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh perangkat desa menjadi kunci keberhasilan penyaluran bantuan. Setiap petugas memiliki peran masing-masing dalam memastikan proses distribusi berjalan lancar tanpa hambatan.
Warga Rasakan Manfaat Nyata
Di sisi lain, bantuan pangan ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh masyarakat. Salah satu warga penerima manfaat mengaku bantuan beras dan minyak goreng tersebut sangat membantu mencukupi kebutuhan pangan keluarganya.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Setidaknya bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga, apalagi menjelang tahun baru,” ujar seorang warga dengan wajah sumringah.
Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Dengan pengaturan yang rapi dan pelayanan yang humanis, penyaluran bantuan berjalan aman, tertib, dan tanpa antrean panjang.
Perkuat Ketahanan Pangan Desa
Melalui program Bantuan Pangan Tahun 2025 ini, Pemerintah Desa Kepatihan berharap dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Pemerintah desa juga berkomitmen untuk terus mengawal berbagai program sosial agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
Kegiatan penyaluran bantuan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, serta seluruh perangkat Desa Kepatihan, yang bersama-sama mengawal jalannya distribusi hingga selesai.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Pemerintah Desa Kepatihan optimistis bahwa program bantuan pangan ini tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antara pemerintah dan warga menjelang memasuki tahun yang baru.


