banner 728x250
Daerah  

Longsor Bantaran Sungai di Desa Temu, Bupati Sidoarjo Instruksikan Penanganan Cepat

 

Sidoarjo//Pusatberita.i-news.site Ancaman longsor bantaran sungai di Desa Temu, Kecamatan Prambon, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Setelah menerima laporan dari masyarakat terkait ambrolnya bantaran sungai, Bupati Sidoarjo H. Subandi langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi lapangan dan memerintahkan langkah penanganan cepat.

Didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono, Plt. Kepala BPBD Sidoarjo Sabino Mariano, serta unsur Forkopimka Prambon, Bupati Subandi meninjau langsung titik longsoran pada Rabu (24/12). Peninjauan ini dilakukan untuk menilai tingkat kerawanan sekaligus menentukan langkah teknis yang paling memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat.

Di lokasi, terlihat bantaran sungai yang longsor memanjang dan sebagian material tanah sudah masuk ke alur sungai. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat aliran air serta meningkatkan potensi longsor susulan, terutama saat hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.

Menurut Bupati Subandi, longsoran bantaran sungai ini diduga terjadi akibat pengikisan aliran air yang berlangsung cukup lama, diperparah oleh curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa meluas dan mengancam keselamatan warga di sekitar bantaran sungai.

“Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan. Penanganan awal harus segera dilakukan agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Subandi saat berada di lokasi.

Sebagai langkah darurat, Bupati Subandi langsung menginstruksikan Dinas PU Bina Marga dan SDA untuk melakukan pengamanan sementara bantaran sungai. Penanganan awal tersebut akan dilakukan dengan pemasangan pring bongkotan sebagai penahan, yang didukung penggunaan alat berat agar pekerjaan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menjelaskan bahwa sebenarnya program normalisasi sungai telah berjalan pada tahun 2025. Namun, pelaksanaan di lokasi tersebut masih menghadapi sejumlah kendala.

“Di sisi kanan dan kiri sungai terdapat bangunan warga serta jalan inspeksi, sehingga pengerjaan normalisasi belum bisa maksimal. Untuk saat ini, kami fokus pada perbaikan dan penguatan bantaran terlebih dahulu. Material sedang kami siapkan dan segera dipasang,” terangnya.

Dwi Eko juga menyampaikan bahwa beberapa pintu air di wilayah Purboyo telah masuk dalam rencana penggantian pada tahun 2026. Penggantian ini akan menggunakan sistem pengunci yang lebih aman, mengingat sejumlah pintu air sebelumnya dilaporkan hilang, bukan karena kerusakan teknis.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Subandi memastikan bahwa alat berat dan dukungan teknis telah disiapkan untuk mendukung proses penanganan di lapangan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga akan terus melakukan pemantauan agar upaya perbaikan berjalan sesuai rencana dan benar-benar memberikan rasa aman bagi warga.

Dengan langkah cepat dan terkoordinasi ini, Pemkab Sidoarjo berharap ancaman longsor bantaran sungai di Desa Temu dapat segera terkendali, sehingga aktivitas masyarakat tetap aman dan risiko bencana dapat diminimalisasi.( ED s )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *