banner 728x250

Konsolidasi Relawan di DPW Pelita Prabu Jatim, DPC Sidoarjo Mantapkan Pengawalan Dapur MBG Menuju 2026

 

 

Sidoarjo//Pusatberita.i-news.site Komitmen Relawan Prabowo–Gibran dalam mengawal program prioritas nasional terus diperkuat. Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pelita Prabu Kabupaten Sidoarjo menggelar kopi darat (kopdar) strategis di markas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pelita Prabu Provinsi Jawa Timur. Agenda ini menjadi momentum penting untuk menyamakan langkah, memperkuat konsolidasi, sekaligus mematangkan strategi pengawalan pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPC Pelita Prabu Kabupaten Sidoarjo, Eulis Cahya Tarbiyah, S.Sos., M.A., yang akrab disapa Ning Cahya. Ia hadir bersama jajaran pengurus inti, yakni Wakil Ketua Sucipto, Sekretaris Amir, serta Novi selaku pengurus yang membidangi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Relawan Prabowo–Gibran.

Dalam suasana diskusi yang hangat dan penuh semangat kebersamaan, Ning Cahya memaparkan capaian konkret Pelita Prabu Sidoarjo sekaligus membeberkan proyeksi besar organisasi untuk tahun 2026. Ia menegaskan bahwa peran relawan bukan sekadar simbol dukungan politik, tetapi menjadi garda terdepan dalam memastikan program Presiden Prabowo Subianto benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, atas karunia Allah SWT, Relawan Pelita Prabu Sidoarjo telah berhasil mengawal hingga beroperasinya salah satu dapur MBG di Kecamatan Tarik. Ini menjadi bukti bahwa kerja kolektif dan kekompakan kader mampu melahirkan hasil nyata. Ke depan, kami menargetkan pengembangan dapur MBG di wilayah Prambon dan Balongbendo,” ujar Ning Cahya, Selasa (16/12/2025).

Perempuan berhijab cadar yang berdomisili di Kecamatan Sukodono itu menilai, keberhasilan dapur MBG di Kecamatan Tarik tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kesinambungan program dan kesiapan sumber daya manusia di internal relawan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC Pelita Prabu Sidoarjo, Sucipto, menyampaikan pandangannya terkait aspek ketenagakerjaan. Menurutnya, keberadaan dapur MBG harus mampu menjadi ruang produktif bagi kader, khususnya mereka yang saat ini belum memiliki pekerjaan tetap.

“Kami berharap dapur-dapur MBG yang dikawal Pelita Prabu dapat menyerap tenaga kerja dari kader sendiri. Ini bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga menciptakan kemandirian dan kesejahteraan bagi relawan,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Cip tersebut.

Senada dengan itu, Sekretaris DPC Pelita Prabu Sidoarjo, Amir, menegaskan bahwa program berskala besar seperti MBG menuntut koordinasi yang solid dan komunikasi yang intensif. Ia menilai konsistensi dalam berkoordinasi akan menjadi kunci sukses pengembangan dapur MBG di berbagai kecamatan.

“Kita harus terus menjaga kekompakan dan melakukan koordinasi secara berkelanjutan, terutama terkait penentuan titik-titik dapur MBG selanjutnya yang akan direalisasikan pada tahun 2026,” tegasnya.

Hingga saat ini, progres pembangunan dapur MBG yang dikawal Pelita Prabu Sidoarjo dinilai berjalan cukup baik. Keberadaan SPPG Wijaya Mandiri di Kecamatan Tarik bahkan dijadikan sebagai model atau rujukan utama dalam pembangunan dapur-dapur MBG berikutnya di Kabupaten Sidoarjo, baik dari sisi manajemen, operasional, maupun pemberdayaan masyarakat sekitar.

Ning Cahya menegaskan bahwa seluruh masukan dari jajaran pengurus akan menjadi bahan evaluasi dan penguatan organisasi. Baginya, kritik dan saran yang konstruktif merupakan energi positif demi kemajuan Sidoarjo serta peningkatan kesejahteraan kader Pelita Prabu.

Di sisi lain, Novi selaku pengurus yang membidangi pengembangan UMKM menyoroti pentingnya optimalisasi potensi ekonomi relawan. Ia berharap para kader dapat dilibatkan secara aktif dalam penyediaan bahan baku dapur MBG, sehingga program ini turut mendorong pertumbuhan UMKM lokal.

“Kami ingin dapur MBG tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan gizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi. Potensi kader sangat besar, tinggal bagaimana kita mengorganisirnya agar lebih produktif dan berdaya,” ujarnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Ning Cahya kembali menekankan bahwa soliditas pengurus merupakan pondasi utama keberhasilan organisasi. Ia menyebut pengurus sebagai ujung tombak yang menentukan keberhasilan implementasi setiap program Pelita Prabu di lapangan.

Pertemuan di markas DPW Pelita Prabu Provinsi Jawa Timur tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan sowan kepada Ketua serta jajaran pengurus DPW. Dalam kesempatan itu, DPC Pelita Prabu Kabupaten Sidoarjo menerima berbagai arahan strategis sebagai bekal menyusun langkah-langkah terbaik dalam menyongsong agenda besar dan tantangan organisasi di tahun 2026 mendatang.( ED s )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *