banner 728x250
Daerah  

Reuni Akbar KAFE 17 “Tebar Rindu, Tebar Cerita, Tebar Nostalgia” Hangatkan Kebersamaan Alumni FEB Untag Surabaya Surabaya//Pusatberita.i-news.site Suasana penuh kehangatan dan nostalgia menyelimuti pelaksanaan Reuni Akbar Komunitas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya atau KAFE 17, yang digelar pada Minggu (14/12/2025) di Hotel Harris, Gubeng, Surabaya. Acara ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan reuni akbar pertama yang mempertemukan alumni lintas angkatan, mulai dari angkatan 1988 hingga 2010. Reuni tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho, SE, yang juga menjabat sebagai Ketua IKBA Untag Surabaya terpilih periode 2025–2029. Kehadiran Kusumo menjadi simbol kuat keterikatan alumni dengan almamater, sekaligus mempertegas peran alumni Untag Surabaya dalam berbagai bidang strategis, baik pemerintahan, politik, maupun dunia profesional. Dengan mengusung tema “Tebar Rindu, Tebar Cerita, Tebar Nostalgia”, reuni ini menjadi ajang silaturahmi besar yang tidak hanya mempertemukan kembali sahabat lama, tetapi juga membangun jejaring profesional serta memperkuat kontribusi alumni terhadap pengembangan almamater dan komunitas alumni Untag Surabaya. Sedikitnya 200 alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untag Surabaya hadir dalam kegiatan tersebut. Turut hadir pula sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua PAUS 17 Yacub, Ketua Patags Hudayanto, Wakil Rektor I Untag Surabaya Suhardjo yang juga alumni Fakultas Teknik Mesin angkatan 1988 sekaligus pendiri IKBA Untag Surabaya, serta Basa Alim Tualeka, alumni program S2 dan S3 Fakultas Administrasi Kebijakan Publik Untag Surabaya. Dalam sambutannya, Kusumo Adi Nugroho menyampaikan bahwa reuni akbar ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan ruang strategis untuk membangun kolaborasi lintas generasi alumni. ” Kegiatan ini tidak hanya mempererat kembali jaringan sosial, tetapi juga menjadi wadah untuk merawat hubungan, berbagai gagasan, dan merumuskan pencapaian bersama dalam upaya memajukan universitas 17 Agustus 1945 Surabaya,” ujar Kusumo. Ia juga mengapresiasi antusiasme para alumni dari berbagai angkatan yang hadir dan menegaskan pentingnya semangat kebersamaan serta kolaborasi alumni untuk terus mendukung almamater melalui langkah-langkah strategis ke depan. Politikus PDI Perjuangan dari Dapil 4 Kabupaten Sidoarjo itu berharap KAFE 17 dapat menjadi motor penggerak kontribusi alumni Untag Surabaya di berbagai sektor. Sementara itu, Ketua Panitia Reuni Akbar KAFE 17, Fatmy, SE, menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi dan dukungan seluruh alumni yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. ” Reuni Akbar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ikatan alumni, mengenang masa-masa kuliah, sekaligus memetakan kontribusi bersama untuk masa depan,” ungkap Fatmi alumni 2002. Ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun agar tali silaturahmi antar alumni tetap terjaga dan semakin solid. Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para alumni larut dalam nyanyi bersama, sesi foto bersama, serta menikmati hiburan musik dan pembagian door prize yang semakin menambah semarak reuni. Gelak tawa, cerita kenangan masa kuliah, dan semangat kebersamaan menjadi penutup manis dari reuni akbar KAFE 17 yang berkesan ini.(ED s)

    Surabaya//Pusatberita.i-news.site Suasana penuh kehangatan dan nostalgia menyelimuti pelaksanaan Reuni Akbar Komunitas Fakultas Ekonomi…

Daerah  

Reuni Akbar KAFE 17 “Tebar Rindu, Tebar Cerita, Tebar Nostalgia” Hangatkan Kebersamaan Alumni FEB Untag Surabaya Surabaya//Pusatberita.i-news.site Suasana penuh kehangatan dan nostalgia menyelimuti pelaksanaan Reuni Akbar Komunitas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya atau KAFE 17, yang digelar pada Minggu (14/12/2025) di Hotel Harris, Gubeng, Surabaya. Acara ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan reuni akbar pertama yang mempertemukan alumni lintas angkatan, mulai dari angkatan 1988 hingga 2010. Reuni tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho, SE, yang juga menjabat sebagai Ketua IKBA Untag Surabaya terpilih periode 2025–2029. Kehadiran Kusumo menjadi simbol kuat keterikatan alumni dengan almamater, sekaligus mempertegas peran alumni Untag Surabaya dalam berbagai bidang strategis, baik pemerintahan, politik, maupun dunia profesional. Dengan mengusung tema “Tebar Rindu, Tebar Cerita, Tebar Nostalgia”, reuni ini menjadi ajang silaturahmi besar yang tidak hanya mempertemukan kembali sahabat lama, tetapi juga membangun jejaring profesional serta memperkuat kontribusi alumni terhadap pengembangan almamater dan komunitas alumni Untag Surabaya. Sedikitnya 200 alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untag Surabaya hadir dalam kegiatan tersebut. Turut hadir pula sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua PAUS 17 Yacub, Ketua Patags Hudayanto, Wakil Rektor I Untag Surabaya Suhardjo yang juga alumni Fakultas Teknik Mesin angkatan 1988 sekaligus pendiri IKBA Untag Surabaya, serta Basa Alim Tualeka, alumni program S2 dan S3 Fakultas Administrasi Kebijakan Publik Untag Surabaya. Dalam sambutannya, Kusumo Adi Nugroho menyampaikan bahwa reuni akbar ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan ruang strategis untuk membangun kolaborasi lintas generasi alumni. ” Kegiatan ini tidak hanya mempererat kembali jaringan sosial, tetapi juga menjadi wadah untuk merawat hubungan, berbagai gagasan, dan merumuskan pencapaian bersama dalam upaya memajukan universitas 17 Agustus 1945 Surabaya,” ujar Kusumo. Ia juga mengapresiasi antusiasme para alumni dari berbagai angkatan yang hadir dan menegaskan pentingnya semangat kebersamaan serta kolaborasi alumni untuk terus mendukung almamater melalui langkah-langkah strategis ke depan. Politikus PDI Perjuangan dari Dapil 4 Kabupaten Sidoarjo itu berharap KAFE 17 dapat menjadi motor penggerak kontribusi alumni Untag Surabaya di berbagai sektor. Sementara itu, Ketua Panitia Reuni Akbar KAFE 17, Fatmy, SE, menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi dan dukungan seluruh alumni yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. ” Reuni Akbar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ikatan alumni, mengenang masa-masa kuliah, sekaligus memetakan kontribusi bersama untuk masa depan,” ungkap Fatmi alumni 2002. Ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun agar tali silaturahmi antar alumni tetap terjaga dan semakin solid. Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para alumni larut dalam nyanyi bersama, sesi foto bersama, serta menikmati hiburan musik dan pembagian door prize yang semakin menambah semarak reuni. Gelak tawa, cerita kenangan masa kuliah, dan semangat kebersamaan menjadi penutup manis dari reuni akbar KAFE 17 yang berkesan ini.(ED s)

      Surabaya//Pusatberita.i-news.site Suasana penuh kehangatan dan nostalgia menyelimuti pelaksanaan Reuni Akbar Komunitas Fakultas…

Daerah  

Suara dari Hutan tnwk,Penolakan Tokoh Adat dan Masyarakat atas Rencana Perubahan Zona TNWK Di tengah hamparan hijau Taman Nasional Way Kambas (TNWK), suara penolakan perlahan menguat. Para tokoh adat bersama masyarakat setempat berdiri dalam satu sikap,menolak rencana perubahan zona hutan yang dinilai berpotensi mengubah wajah alam dan mengganggu kelangsungan hidup satwa di dalamnya. Ssaat di konfirmasi melalui telp seluler,salah satu pengelola rencana perubahan zona inti yang enggan di sebut namanya, membenarkan adanya rencana perubahan zona inti tersebut. “Iya memang benar akan ada perubahan zona inti yang saya belum tau titiknya dimana. Dan perubahan zona itu bertujuan, pertama akan melakukan rehab terhadap hutan yang gundul,dua kedepannya akan di jadikan obyek wisata internasional”.ungkapnya. Bagi masyarakat adat, TNWK bukan sekadar kawasan konservasi. Hutan itu adalah ruang hidup yang menyimpan sejarah, nilai budaya, serta hubungan spiritual antara manusia dan alam. Setiap jengkal tanah dianggap memiliki makna, setiap suara satwa dianggap bagian dari harmoni yang harus dijaga. Karena itu, wacana perubahan zona dipandang sebagai ancaman yang tidak hanya ekologis, tetapi juga kultural. Para tokoh adat mengingatkan bahwa perubahan zona dapat membuka peluang aktivitas yang berpotensi merusak, termasuk alih fungsi lahan yang menggeser batas-batas ekologis yang selama ini terjaga. Mereka menekankan bahwa TNWK selama ini menjadi benteng terakhir bagi sejumlah satwa langka, seperti gajah sumatra dan harimau sumatra, yang keberadaannya sangat bergantung pada kondisi habitat yang stabil dan aman. Masyarakat menilai perubahan zona akan melemahkan upaya konservasi, dan Gangguan terhadap habitat, sekecil apa pun, diyakini dapat memicu meningkatnya konflik satwa-manusia serta menurunkan kualitas ekosistem yang telah lama menjadi penyangga kehidupan daerah sekitar. Melalui pernyataan bersama, tokoh adat kampung labuhan ratu dan kampung raja basa lama,warga mendesak pemerintah serta pihak berwenang untuk meninjau kembali rencana tersebut. Mereka berharap proses pengambilan kebijakan memperhatikan kepentingan ekologis, nilai budaya, dan prinsip keberlanjutan yang menjadi dasar pengelolaan taman nasional bukan berdasarkan kepentingan para pebisnis wisata. Saat di konfirmasi oleb awak media tokoh adat sekaligus sebagai sekretaris LSM GMBi distrik lampung timur taufan jaya negara glr pangeran gumatti rajo mengatakan, Saya selaku wakil penyimbang adat dan salah satu putra daerah kampung labuhan ratu, menyatakan saya menolak keras atas apa yang direncanakan oleh kepala balai TNWK, terhadap perubahan zona inti hutan TNWK. Karena saya manerima informasi bahwa balai TNWk bertujuan merubah zona inti dan akan di kelola untuk di jadikan taman wisata internasional, yang secara otomatis kegiatan tersebut akan menimbulkan kerusakan ekosistem secara luas yang ada di hutan inti TNWK,di ketahui kondisi alamnya saat  masih terjaga keasliannya serta masih alami..tutup bunk taufan.

Di tengah hamparan hijau Taman Nasional Way Kambas (TNWK), suara penolakan perlahan menguat. Para tokoh…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.