
GROBOGAN//Pusatberita.i-news.Site. Cuaca ekstrem kembali menimbulkan kerusakan di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sebuah rumah kayu milik warga di Dusun Wonorejo, Desa Pelem, Kecamatan Gabus, roboh setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Kamis (8/1/2026) sore. Meski bangunan ambruk hingga rata dengan tanah, peristiwa tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Angin kencang yang menyertai hujan membuat kondisi cuaca memburuk dalam waktu singkat, hingga akhirnya merobohkan rumah milik Yoga Adi Pradana (23), warga Dusun Wonorejo RT 03 RW 07.
Kapolsek Gabus, AKP Witoyo, S.Sos., menjelaskan bahwa pada saat kejadian, korban bersama seorang saksi berada di dalam rumah. Awalnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan, namun situasi berubah cepat ketika angin kencang mulai menerpa bangunan.
“Cuaca saat itu hujan deras disertai angin kencang. Tiba-tiba genteng rumah melorot dan terdengar suara kayu retak. Menyadari kondisi berbahaya, korban dan saksi segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” terang AKP Witoyo saat dikonfirmasi.
Keputusan korban untuk segera menyelamatkan diri terbukti tepat. Hanya berselang sekitar satu menit setelah rumah ditinggalkan, bangunan kayu tersebut langsung roboh. Struktur rumah tidak mampu menahan terpaan angin kencang dan curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah itu.
Rumah yang roboh diketahui merupakan rumah kayu berbentuk limasan, dengan konstruksi utama dari kayu jati. Tiang penyangga utama berukuran sekitar 14 x 14 sentimeter dengan tinggi kurang lebih 3,5 meter. Meski menggunakan material kayu jati yang dikenal kuat, cuaca ekstrem diduga menjadi faktor utama penyebab runtuhnya bangunan.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun rumah mengalami kerusakan total dan tidak dapat ditempati lagi,” tambah Kapolsek.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp50 juta. Seluruh bagian rumah, termasuk perabotan dan barang-barang di dalamnya, ikut tertimbun reruntuhan kayu dan genteng yang ambruk.
Mendapat laporan dari warga, petugas Polsek Gabus segera mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), pendataan korban dan saksi, serta memastikan tidak ada korban yang tertimbun reruntuhan. Penanganan di lapangan dilakukan bersama anggota Koramil Gabus serta dibantu masyarakat setempat.
Selain pendataan, aparat bersama warga juga melakukan gotong royong membersihkan puing-puing rumah yang roboh. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi bahaya lanjutan serta mempermudah proses penanganan dan bantuan selanjutnya.
“Kami telah melakukan langkah-langkah kepolisian, mulai dari menerima laporan, mendatangi TKP, mendata korban dan saksi, hingga melaporkan kejadian kepada pimpinan. Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengajak warga bergotong royong membersihkan puing bangunan,” jelas AKP Witoyo.
Pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat, khususnya warga Kabupaten Grobogan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang belakangan ini kerap terjadi. Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi menimbulkan berbagai bencana, seperti rumah roboh, pohon tumbang, hingga kerusakan fasilitas umum.
“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada, memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman, serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila cuaca ekstrem terjadi. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman cuaca ekstrem masih tinggi, terutama di musim hujan. Kesiapsiagaan warga dan respons cepat aparat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana.






