
Sidoarjo//Pusarberita.i-news.Site. Media Globalindo Group terus memantapkan langkahnya di tengah dinamika industri media yang kian kompetitif. Melalui agenda konsolidasi nasional, manajemen Globalindo secara resmi mematangkan penerapan sistem aplikasi internal terbaru sebagai fondasi transformasi digital dan penguatan manajemen pemberitaan di seluruh jaringan daerah.
Konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi Media Globalindo untuk menyatukan visi, strategi, dan ritme kerja redaksi dari pusat hingga daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan perusahaan, dewan redaksi, penasehat hukum, hingga para kepala biro (kabiro) dari berbagai kabupaten dan kota.
Pendiri Media Globalindo Group, Teguh Puji Wahono, S.H., M.H., menegaskan bahwa pembaruan sistem bukan sekadar adaptasi teknologi, melainkan langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat posisi Globalindo di tengah persaingan media digital.

“Kita tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Sistem aplikasi baru ini dirancang untuk mempercepat alur kerja, meningkatkan kualitas berita, dan memastikan setiap produk jurnalistik kita terukur, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Teguh Puji Wahono dalam sambutannya.
Menurutnya, penerapan sistem baru akan memberikan dampak langsung terhadap efisiensi kerja pewarta, transparansi redaksi, serta konsistensi standar pemberitaan di seluruh wilayah liputan Globalindo.
Tak hanya soal teknologi, konsolidasi ini juga menegaskan komitmen Media Globalindo terhadap kepatuhan hukum dan etika jurnalistik. Penasehat Hukum Globalindo, Andre H.M., S.H., memberikan pemahaman mendalam kepada para pewarta dan kabiro mengenai pentingnya menjalankan tugas jurnalistik sesuai dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
“Kebebasan pers adalah amanah, bukan kebebasan tanpa batas. Pewarta harus memahami aturan, mulai dari teknik menaikkan berita, pemilihan diksi, penyusunan paragraf, hingga penulisan judul agar tidak menimbulkan persoalan hukum,” tegas Andre.
Ia menekankan bahwa kualitas berita tidak hanya diukur dari kecepatan tayang, tetapi juga dari ketepatan informasi, keberimbangan narasumber, dan kepatuhan terhadap kaidah hukum pers.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Media Globalindo, Hendra Setiawan, S.H., dalam arahannya mengajak seluruh kabiro untuk mengambil peran lebih strategis sebagai penggerak utama kekuatan media daerah. Ia menilai kabiro bukan sekadar koordinator lapangan, tetapi aktor penting dalam membangun identitas dan kredibilitas media di wilayah masing-masing.
“Kabiro harus berani menyusun program kerja yang jelas, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Konten lokal yang kuat, aktual, dan relevan adalah kekuatan besar Globalindo,” ujar Hendra
Hendra juga didampingi oleh Direktur Media Globalindo, Dodik Harianto, S.H., yang menekankan pentingnya sinergi antara manajemen, redaksi, dan jaringan daerah agar sistem baru dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Konsolidasi ini diikuti secara antusias oleh para kabiro dari berbagai daerah. Selain menjadi ruang evaluasi, forum tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang diskusi terbuka untuk menyamakan persepsi, berbagi tantangan di lapangan, serta merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pemberitaan.
Dalam penutupannya, Teguh Puji Wahono kembali menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan pijakan awal menuju Media Globalindo yang lebih modern, profesional, dan terpercaya.
“Target kita bukan sekadar bertahan, tapi tumbuh dan menjadi media yang diperhitungkan. Dengan sistem baru, soliditas internal, dan komitmen pada etika jurnalistik, Globalindo siap bersaing dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui konsolidasi nasional ini, Media Globalindo Group menegaskan diri sebagai media yang adaptif terhadap perubahan, namun tetap kokoh menjaga nilai-nilai jurnalistik, transparansi, dan tanggung jawab sosial dalam setiap sajian beritanya.






