
Medan//Pusatberita.i-news.Site. 3 Januari 2026 – Di tengah sisa-sisa genangan banjir yang masih meninggalkan jejak trauma, Palang Merah Indonesia (PMI) hadir membawa harapan baru bagi warga terdampak di Kota Medan. Melalui kegiatan Psychosocial Support Service (PSS) dan layanan kesehatan terpadu, PMI berupaya memulihkan tidak hanya kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan pascabencana.
Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (3/1/2026) di Masjid Al-Husna dan Masjid Al-Mahri, yang terletak di Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, wilayah yang sebelumnya terdampak cukup parah akibat banjir.
Suasana masjid yang biasanya tenang, hari itu dipenuhi tawa dan keceriaan anak-anak. Raut wajah yang sebelumnya diliputi ketakutan perlahan berubah menjadi senyum ceria saat mereka mengikuti berbagai aktivitas rekreatif yang dipandu oleh tim PSS PMI.
Salah satu personel yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut adalah Elvana Kusdijanto, Kepala Bidang Pelayanan Markas PMI Kabupaten Jember, yang tergabung dalam tim PSS lintas daerah. Kehadiran relawan dari luar wilayah terdampak ini menjadi wujud nyata solidaritas kemanusiaan PMI yang melampaui batas geografis.
Dalam kegiatan tersebut, tim PSS PMI berfokus pada upaya pemulihan psikologis anak-anak agar trauma akibat bencana tidak berlarut-larut dan mengganggu tumbuh kembang mereka. Sebanyak 28 anak korban banjir mengikuti rangkaian kegiatan edukasi mitigasi bencana yang dikemas dengan metode bermain, bercerita, bernyanyi, dan aktivitas ekspresif lainnya.
Metode ini dipilih agar anak-anak dapat dengan mudah memahami langkah-langkah dasar yang harus dilakukan saat terjadi bencana, tanpa menimbulkan rasa takut. Dengan pendekatan yang ringan dan menyenangkan, anak-anak diajak untuk mengenali risiko bencana sekaligus membangun rasa percaya diri dan kesiapsiagaan sejak dini.
“Pendekatan kami adalah pendekatan yang ramah anak. Kami ingin mereka tidak hanya tahu apa itu bencana, tetapi juga memahami bahwa mereka bisa selamat jika tahu apa yang harus dilakukan,” jelas Elvana Kusdijanto di sela-sela kegiatan.
Menurut Elvana, kegiatan PSS memiliki peran penting dalam membantu anak-anak melepaskan kecemasan dan tekanan emosional yang muncul pascabencana. Trauma yang tidak ditangani dengan baik dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan mental dan prestasi belajar anak di masa depan.
“Kami hadir di sini untuk memberikan edukasi sekaligus pendampingan psikososial. Anak-anak harus sehat secara fisik, tetapi juga harus kuat secara mental. Dengan bermain dan bercerita, mereka bisa menyalurkan emosi serta perlahan melupakan ketakutan akibat banjir beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Elvana berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kembali semangat anak-anak untuk kembali bersekolah dan mengejar cita-cita mereka tanpa dihantui rasa trauma. Dukungan psikologis dinilai sangat penting agar anak-anak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk memberikan semangat baru. Kami ingin anak-anak kembali ke sekolah dengan perasaan aman, nyaman, dan tidak terus terbayang oleh peristiwa bencana yang mereka alami,” tuturnya.
Tak hanya menyasar anak-anak, PMI juga memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga dewasa di lokasi terdampak. Layanan ini melibatkan tenaga medis profesional serta relawan KSR (Korps Sukarela) PMI yang memiliki latar belakang kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit yang umumnya muncul pascabencana banjir, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, penyakit kulit, hingga demam berdarah. Warga tampak antusias memanfaatkan layanan tersebut, mengingat kondisi lingkungan pascabanjir yang rentan memicu berbagai gangguan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, PMI menegaskan perannya sebagai organisasi kemanusiaan yang tidak hanya hadir saat masa tanggap darurat, tetapi juga konsisten mendampingi masyarakat dalam fase pemulihan. Pendekatan yang menyeluruh—mencakup aspek fisik, mental, dan sosial—menjadi kunci dalam membantu warga bangkit dari dampak bencana.
Kegiatan PSS dan layanan kesehatan terpadu ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang, khususnya bagi anak-anak, agar tumbuh menjadi generasi yang lebih tangguh, sadar bencana, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.






