banner 728x250

Sosialisasi Kerawanan Sosial di Desa Makmur, Warga Diedukasi Cegah Penyakit Menular dan Bahaya Narkoba

 

Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan – Pemerintah dan masyarakat Desa Makmur, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu terus menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari berbagai ancaman kerawanan sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Kerawanan Sosial dalam rangka Pencegahan Penyakit Menular dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba yang digelar di Aula Balai Rakyat Desa Makmur, dan mendapat sambutan antusias dari warga.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus dialog terbuka antara masyarakat dan narasumber, mengingat isu penyakit menular dan penyalahgunaan narkoba saat ini menjadi tantangan serius yang dapat mengancam ketahanan sosial, kesehatan, serta masa depan generasi muda di pedesaan maupun perkotaan.

Hadir sebagai narasumber utama, Bapak Taryono, Sp.Kp, yang dikenal kompeten di bidang kesehatan dan pencegahan penyakit. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara rinci berbagai bentuk kerawanan sosial yang kerap muncul di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan rendahnya kesadaran hidup sehat dan lemahnya pemahaman akan bahaya narkoba.

 

 

Dalam sambutannya, Bapak Taryono, Sp.Kp menekankan bahwa pencegahan penyakit menular tidak dapat dipisahkan dari pola hidup bersih dan sehat, peran keluarga, serta kepedulian lingkungan sekitar. Ia juga mengingatkan bahwa minimnya edukasi sering kali menjadi celah munculnya berbagai masalah sosial.

“Penyakit menular dan penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan yang saling berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat. Ketika kesadaran rendah, maka risiko penularan penyakit dan penyimpangan perilaku akan semakin tinggi,” jelasnya di hadapan peserta sosialisasi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu ancaman paling serius bagi masyarakat saat ini. Selain merusak kesehatan fisik dan mental, narkoba juga berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas, rusaknya keharmonisan keluarga, serta hilangnya masa depan generasi muda.

Suasana kegiatan semakin hidup saat memasuki sesi tanya jawab. Sejumlah warga tampak aktif mengajukan pertanyaan, menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap isu yang dibahas. Salah satu warga, Liizza, yang akrab disapa Icha, mengajukan pertanyaan mengenai dampak jangka pendek dan jangka panjang dari penyalahgunaan narkoba terhadap individu maupun lingkungan sosial.

Menanggapi hal tersebut, Bapak Taryono, Sp.Kp menjelaskan bahwa narkoba dapat menyebabkan ketergantungan berat, kerusakan organ tubuh seperti otak, hati, dan jantung, gangguan kejiwaan, hingga menurunnya kemampuan berpikir dan bekerja. Tidak hanya itu, pengguna narkoba juga berisiko tinggi terjerat masalah hukum dan mengalami stigma sosial.

 

“Dampak narkoba sangat luas. Bukan hanya merusak diri sendiri, tetapi juga menghancurkan keluarga dan menciptakan keresahan di lingkungan masyarakat. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari kesadaran pribadi dan dukungan lingkungan,” tegasnya

Ia juga mengajak seluruh warga untuk berani peduli dan tidak bersikap apatis terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, deteksi dini dan komunikasi yang baik antarwarga dapat menjadi benteng utama dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tingkat desa.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Makmur akan pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menjauhi narkoba dalam bentuk apa pun. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan sosial ke depan.

Dengan adanya kegiatan edukatif seperti ini, Desa Makmur diharapkan dapat menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif, sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Tanah Bumbu dalam upaya pencegahan penyakit menular dan pemberantasan narkoba sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *