banner 728x250
Daerah  

Rumah Singgah BAZNAS Sidoarjo Resmi Beroperasi, Oase Harapan bagi Keluarga Pasien Kurang Mampu Sidoarjo//Pusatberita.i-news.site Di balik tembok rumah sakit, sering kali tersimpan kisah perjuangan panjang keluarga pasien yang tidak hanya menghadapi persoalan kesehatan, tetapi juga tekanan ekonomi dan keterbatasan tempat tinggal. Menjawab realitas tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menghadirkan terobosan kemanusiaan dengan meresmikan Rumah Singgah Mustahik BAZNAS pada 8 Oktober 2025. Fasilitas ini disiapkan sebagai tempat tinggal sementara yang layak, aman, dan gratis bagi pasien maupun keluarga kurang mampu yang sedang menjalani atau menunggu proses pengobatan, khususnya di sekitar RSUD dr. Notopuro Sidoarjo. Kehadiran rumah singgah ini menjadi penopang psikologis sekaligus solusi praktis bagi masyarakat yang selama ini harus berjuang sendiri di tengah keterbatasan. Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Drs. H. Ilhamuddin, menegaskan bahwa Rumah Singgah BAZNAS merupakan bentuk nyata kepedulian zakat terhadap aspek kemanusiaan. ” Rumah singgah ini kami sediakan secara gratis selama 15 hari, termasuk makan pagi, bagi keluarga yang sedang menunggu atau mendampingi anggota keluarganya dirawat di RSUD dr. Notopuro Sidoarjo. Program ini kami khususkan untuk masyarakat kurang mampu,” ujarnya. Dengan adanya fasilitas ini, keluarga pasien tidak lagi dibebani biaya penginapan, sehingga dapat mencurahkan perhatian sepenuhnya pada proses perawatan dan pemulihan anggota keluarga mereka. Rumah Singgah Mustahik BAZNAS Sidoarjo berlokasi di Jalan Candi Besar, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Berdiri di atas lahan seluas 10 x 20 meter, bangunan ini dirancang dengan pendekatan kenyamanan dan privasi. Di dalamnya tersedia delapan kamar tidur, masing-masing dilengkapi kamar mandi dalam berukuran 4 x 4 meter. Fasilitas ini memungkinkan para penghuni untuk tinggal dengan lebih layak dan manusiawi, terutama bagi keluarga yang harus menetap sementara dalam situasi penuh tekanan. Selain untuk keluarga pasien, rumah singgah ini juga dapat dimanfaatkan oleh peserta pelatihan BAZNAS serta masyarakat yang berada dalam kondisi darurat sosial lainnya. Dari sisi pembiayaan, pengadaan tanah dan bangunan rumah singgah ini sepenuhnya mendapat dukungan dari BAZNAS RI dengan nilai mencapai sekitar Rp700 juta. Sementara itu, untuk operasional harian, mulai dari perawatan fasilitas hingga konsumsi penghuni, akan dikelola dan dibiayai oleh BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Skema ini menunjukkan sinergi antara BAZNAS pusat dan daerah dalam menghadirkan program zakat yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi mustahik. Ilhamuddin menambahkan, rumah singgah ini juga disiapkan bagi pasien yang belum dapat langsung dirawat akibat keterbatasan kamar rumah sakit. ” Tidak sedikit pasien yang harus menunggu antrean sebelum mendapatkan kamar. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran rumah singgah ini menjadi sangat penting agar mereka memiliki tempat beristirahat yang layak,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa dampak dari program ini tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat yang transparan dan tepat sasaran. Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi BAZNAS Sidoarjo, Achmad Hamdani, menilai Rumah Singgah Mustahik sebagai simbol pendekatan kemanusiaan yang lebih utuh. ” Kami ingin menghadirkan bantuan yang menyentuh sisi kemanusiaan secara menyeluruh. Rumah singgah ini adalah ruang aman bagi mereka yang sedang berada dalam kondisi paling rentan,” tuturnya. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari visi besar BAZNAS dalam menyejahterakan umat secara komprehensif, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan spiritual. Dengan beroperasinya Rumah Singgah Mustahik ini, BAZNAS Sidoarjo kembali menegaskan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola menjadi program nyata yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rumah singgah ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang harapan, tempat keluarga pasien dapat beristirahat sejenak, menguatkan diri, dan melanjutkan perjuangan untuk kesembuhan orang-orang tercinta.( ED s )

 

Sidoarjo//Pusatberita.i-news.site Di balik tembok rumah sakit, sering kali tersimpan kisah perjuangan panjang keluarga pasien yang tidak hanya menghadapi persoalan kesehatan, tetapi juga tekanan ekonomi dan keterbatasan tempat tinggal. Menjawab realitas tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menghadirkan terobosan kemanusiaan dengan meresmikan Rumah Singgah Mustahik BAZNAS pada 8 Oktober 2025.

Fasilitas ini disiapkan sebagai tempat tinggal sementara yang layak, aman, dan gratis bagi pasien maupun keluarga kurang mampu yang sedang menjalani atau menunggu proses pengobatan, khususnya di sekitar RSUD dr. Notopuro Sidoarjo. Kehadiran rumah singgah ini menjadi penopang psikologis sekaligus solusi praktis bagi masyarakat yang selama ini harus berjuang sendiri di tengah keterbatasan.

Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Drs. H. Ilhamuddin, menegaskan bahwa Rumah Singgah BAZNAS merupakan bentuk nyata kepedulian zakat terhadap aspek kemanusiaan.

” Rumah singgah ini kami sediakan secara gratis selama 15 hari, termasuk makan pagi, bagi keluarga yang sedang menunggu atau mendampingi anggota keluarganya dirawat di RSUD dr. Notopuro Sidoarjo. Program ini kami khususkan untuk masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Dengan adanya fasilitas ini, keluarga pasien tidak lagi dibebani biaya penginapan, sehingga dapat mencurahkan perhatian sepenuhnya pada proses perawatan dan pemulihan anggota keluarga mereka.

Rumah Singgah Mustahik BAZNAS Sidoarjo berlokasi di Jalan Candi Besar, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Berdiri di atas lahan seluas 10 x 20 meter, bangunan ini dirancang dengan pendekatan kenyamanan dan privasi.

Di dalamnya tersedia delapan kamar tidur, masing-masing dilengkapi kamar mandi dalam berukuran 4 x 4 meter. Fasilitas ini memungkinkan para penghuni untuk tinggal dengan lebih layak dan manusiawi, terutama bagi keluarga yang harus menetap sementara dalam situasi penuh tekanan.

Selain untuk keluarga pasien, rumah singgah ini juga dapat dimanfaatkan oleh peserta pelatihan BAZNAS serta masyarakat yang berada dalam kondisi darurat sosial lainnya.

Dari sisi pembiayaan, pengadaan tanah dan bangunan rumah singgah ini sepenuhnya mendapat dukungan dari BAZNAS RI dengan nilai mencapai sekitar Rp700 juta. Sementara itu, untuk operasional harian, mulai dari perawatan fasilitas hingga konsumsi penghuni, akan dikelola dan dibiayai oleh BAZNAS Kabupaten Sidoarjo.

Skema ini menunjukkan sinergi antara BAZNAS pusat dan daerah dalam menghadirkan program zakat yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi mustahik.

Ilhamuddin menambahkan, rumah singgah ini juga disiapkan bagi pasien yang belum dapat langsung dirawat akibat keterbatasan kamar rumah sakit.

” Tidak sedikit pasien yang harus menunggu antrean sebelum mendapatkan kamar. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran rumah singgah ini menjadi sangat penting agar mereka memiliki tempat beristirahat yang layak,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa dampak dari program ini tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat yang transparan dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi BAZNAS Sidoarjo, Achmad Hamdani, menilai Rumah Singgah Mustahik sebagai simbol pendekatan kemanusiaan yang lebih utuh.

” Kami ingin menghadirkan bantuan yang menyentuh sisi kemanusiaan secara menyeluruh. Rumah singgah ini adalah ruang aman bagi mereka yang sedang berada dalam kondisi paling rentan,” tuturnya.

Menurutnya, program ini merupakan bagian dari visi besar BAZNAS dalam menyejahterakan umat secara komprehensif, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan spiritual.

Dengan beroperasinya Rumah Singgah Mustahik ini, BAZNAS Sidoarjo kembali menegaskan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola menjadi program nyata yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Rumah singgah ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang harapan, tempat keluarga pasien dapat beristirahat sejenak, menguatkan diri, dan melanjutkan perjuangan untuk kesembuhan orang-orang tercinta.( ED s )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *