SIDOARJO//Pusatberita.i.news.Site Menanamkan nilai kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama tidak harus menunggu seseorang tumbuh dewasa. Hal itulah yang dilakukan oleh para siswa Kelompok Bermain (KB) Dharma Wanita Anggaswangi yang sejak usia dini telah diajarkan untuk memahami arti pentingnya zakat dan infak sebagai bagian dari ajaran agama sekaligus wujud kepedulian sosial.
Didampingi oleh para guru serta Kepala Sekolah Nur Saidah, S.Pd., para siswa dengan penuh antusias mendatangi kantor BAZNAS Sidoarjo untuk menyalurkan zakat fitrah dan infak yang telah mereka kumpulkan. Kedatangan rombongan siswa ini disambut hangat oleh pihak BAZNAS yang merasa bangga sekaligus terharu melihat semangat berbagi dari anak-anak usia dini tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa menyerahkan zakat fitrah berupa uang serta beras, juga infak produktif yang nantinya akan dikelola oleh BAZNAS Sidoarjo untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima atau mustahik di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Meski nilai yang disalurkan tidaklah besar, namun makna yang terkandung di dalamnya sangat mendalam, karena berasal dari niat tulus dan semangat belajar berbagi dari anak-anak.
Kepala Sekolah KB Dharma Wanita Anggaswangi, Nur Saidah, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah. Melalui kegiatan nyata seperti ini, anak-anak tidak hanya diajarkan teori tentang zakat, sedekah, dan infak, tetapi juga diajak untuk mempraktikkannya secara langsung.
Menurutnya, pendidikan tentang kepedulian sosial harus dimulai sejak usia dini agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki empati tinggi terhadap sesama. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan penyaluran zakat dan infak, para siswa dapat memahami bahwa berbagi merupakan salah satu bentuk ibadah sekaligus cara membantu orang lain yang membutuhkan.
“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa setiap rezeki yang kita miliki terdapat hak orang lain di dalamnya. Dengan datang langsung ke BAZNAS dan menyerahkan zakat serta infak, anak-anak dapat merasakan pengalaman nyata tentang arti berbagi dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Nur Saidah.
Sementara itu, pihak BAZNAS Sidoarjo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak sekolah yang telah berinisiatif mengajarkan nilai-nilai kedermawanan sejak dini. Menurut mereka, kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter peduli, dermawan, serta memiliki kesadaran sosial yang kuat.
Pihak BAZNAS juga berharap kegiatan positif seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya agar turut menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para siswa sejak usia dini. Dengan demikian, di masa depan akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.
Zakat dan infak yang disalurkan oleh para siswa KB Dharma Wanita Anggaswangi nantinya akan dikelola secara amanah oleh BAZNAS dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Sidoarjo, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka yang benar-benar berhak menerima.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan dengan penuh ketulusan dapat memberikan makna besar bagi kehidupan sosial. Dari tangan-tangan kecil yang belajar berbagi tersebut, tumbuh harapan besar akan hadirnya generasi masa depan yang lebih peduli, berempati, dan memiliki semangat gotong royong yang kuat dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera.


