SIDOARJO//Pusatberita.i.news.Site Momentum peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah menjadi saat yang penuh makna bagi umat Islam untuk kembali merenungi turunnya kitab suci sebagai petunjuk hidup bagi seluruh manusia. Di tengah suasana penuh keberkahan bulan suci Ramadhan, kegiatan ini juga menjadi pengingat agar setiap insan semakin mendekatkan diri kepada nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Al-Qur’an.
Dalam kesempatan tersebut, tokoh GRIB Jaya Kabupaten Sidoarjo, Slamet Joko Anggoro, menegaskan bahwa Al-Qur’an harus dijadikan sebagai kompas moral bagi seluruh kader organisasi. Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya menjadi kitab yang dibaca saat ibadah, tetapi juga harus menjadi pedoman dalam bersikap, bertindak, serta mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi diri. Setiap kader, kata dia, perlu menanyakan kembali kepada dirinya masing-masing sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an telah diterapkan dalam kehidupan, baik dalam keluarga, organisasi, maupun di tengah masyarakat.
Al-Qur’an adalah cahaya dan petunjuk bagi kehidupan manusia. Jika kita benar-benar menjadikannya sebagai pedoman, maka setiap langkah yang kita ambil akan selalu berada dalam koridor kebaikan,” ujar Slamet Joko Anggoro dengan penuh harap.
Lebih lanjut ia menekankan bahwa kader organisasi harus mampu menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat. Nilai-nilai yang diajarkan Al-Qur’an seperti kejujuran, keadilan, kesabaran, serta kepedulian terhadap sesama harus tercermin dalam sikap dan tindakan nyata.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan seperti GRIB Jaya memiliki peran penting dalam membangun karakter anggotanya. Bukan hanya kuat secara solidaritas, tetapi juga memiliki integritas dan akhlak yang baik. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman moral, setiap kader diharapkan mampu membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Organisasi harus menjadi tempat untuk memperkuat persaudaraan, memperbaiki akhlak, dan menebar kebaikan. Ketika setiap kader menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas hidupnya, maka organisasi ini akan menjadi kekuatan positif bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah, ia juga mengajak seluruh kader untuk memperbanyak ibadah, memperkuat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. Bulan suci ini dinilai sebagai waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan mempererat hubungan antar sesama.
Slamet Joko Anggoro berharap peringatan Nuzulul Qur’an dapat menjadi momentum bagi seluruh kader GRIB Jaya untuk semakin memahami makna Al-Qur’an secara mendalam. Tidak hanya sekadar membaca ayat-ayatnya, tetapi juga berusaha mengamalkan pesan-pesan kebaikan yang terkandung di dalamnya.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini, nilai-nilai Al-Qur’an diyakini mampu menjadi penuntun agar manusia tetap berada di jalan yang benar. Dengan menjadikannya sebagai pedoman moral, diharapkan lahir generasi yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial tinggi, serta mampu membawa kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Nuzulul Qur’an ini pun menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an adalah sumber inspirasi dan kekuatan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. Ketika ajaran-ajarannya benar-benar dihayati dan diamalkan, maka tidak hanya membentuk pribadi yang lebih baik, tetapi juga mampu menghadirkan harmoni dan kebaikan bagi masyarakat secara luas.


