Krembung Sidoarjo//Pusatberita.i.news.Site.
Suasana haru menyelimuti SDN Cangkring 1 ketika kabar tentang tiga ruang kelas yang terancam ambruk akhirnya mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Moch Dhamroni Chudlori. Laporan yang disampaikan Kepala Sekolah, Puri Indah Yanti, S.Pd, bukan sekadar informasi kerusakan bangunan, melainkan jeritan kekhawatiran atas keselamatan puluhan siswa yang setiap hari menimba ilmu di sekolah tersebut.
Begitu menerima laporan, H. Moch Dhamroni Chudlori tak menunggu lama. Sebagai wakil rakyat yang membidangi pendidikan, ia memahami bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang aman bagi anak-anak untuk tumbuh, bermimpi, dan membangun masa depan. Dengan sigap, ia langsung meninjau lokasi untuk melihat secara langsung kondisi yang dilaporkan.

Setibanya di SDN Cangkring 1, ia disambut oleh Kepala Sekolah beserta para guru yang selama ini menyimpan kecemasan. Raut wajah mereka memancarkan kelegaan sekaligus harapan. Tanpa banyak protokoler, rombongan langsung diarahkan menuju tiga ruang kelas yang kini telah dikosongkan demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Saat pintu ruang kelas dibuka, pemandangan yang tersaji begitu memprihatinkan. Rangka atap yang terbuat dari kayu tampak rapuh dan keropos, banyak bagian yang berlubang akibat dimakan rayap. Beberapa balok penyangga terlihat retak dan tidak lagi kokoh menopang beban. Plafon menggantung miring, seolah memberi isyarat bahaya kapan saja bisa terjadi. Debu kayu halus berjatuhan di sudut ruangan, menambah kesan bangunan yang sudah tak layak pakai.

Melihat kondisi tersebut, H. Moch Dhamroni Chudlori tampak serius dan prihatin. Ia menegaskan bahwa keselamatan siswa dan guru tidak boleh ditawar. “Kita tidak bisa menunggu sampai bangunan ini benar-benar ambruk. Kayu-kayu penyangga sudah sangat rapuh akibat dimakan rayap. Ini menyangkut nyawa anak-anak. Harus segera ada langkah konkret,” tegasnya di hadapan pihak sekolah.
Karena kondisi yang membahayakan, pihak sekolah telah memindahkan para siswa ke ruang perpustakaan. Di ruangan itulah kini proses belajar mengajar berlangsung. Anak-anak duduk lesehan di lantai, berbagi ruang dengan rak-rak buku. Meski terbatas, semangat mereka tetap terlihat. Tawa kecil sesekali terdengar, seakan menepis kekhawatiran yang mengintai.
Namun di balik semangat itu, terselip kenyataan bahwa kondisi belajar tersebut jauh dari ideal. Ruang perpustakaan yang seharusnya menjadi tempat membaca dan memperluas wawasan kini berubah fungsi menjadi kelas darurat. Guru-guru harus memutar otak agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif dalam keterbatasan.
Kepala Sekolah, Puri Indah Yanti, S.Pd, menyampaikan bahwa pihaknya sudah lama mengkhawatirkan kondisi bangunan tersebut. “Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun. Anak-anak adalah amanah dari orang tua yang harus kami jaga keselamatannya. Untuk sementara kami kosongkan tiga ruang kelas ini dan memindahkan siswa ke perpustakaan. Kami sangat bersyukur atas respon cepat dari Ketua Komisi D. Semoga perbaikan bisa segera direalisasikan,” ujarnya penuh harap.
Di sela kunjungan, Ketua Komisi D itu juga langsung berkoordinasi dengan dinas terkait agar proses perbaikan dapat dipercepat. Ia memastikan akan mengawal persoalan ini hingga ada solusi nyata. Menurutnya, fasilitas pendidikan yang aman dan layak adalah hak setiap anak dan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berbicara tentang kurikulum dan prestasi akademik, tetapi juga tentang infrastruktur yang memadai dan aman. Ruang kelas yang kokoh bukan sekadar bangunan, melainkan pondasi tempat lahirnya generasi penerus bangsa.
Kini, harapan besar tertuju pada langkah cepat pemerintah daerah untuk merehabilitasi tiga ruang kelas tersebut. Masyarakat pun berharap, perhatian yang telah diberikan menjadi awal perubahan nyata. Karena ketika sekolah berdiri dengan kokoh, di sanalah harapan dan cita-cita anak-anak tumbuh tanpa rasa takut. Menjaga keselamatan mereka berarti menjaga masa depan Sidoarjo agar tetap cerah dan penuh harapan.


