Aceh Tamiang//Pusatberita 8.news.Site.
Di tengah sisa-sisa reruntuhan dan perjuangan panjang warga untuk bangkit, secercah harapan datang dari jauh. Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Sidoarjo terus menapakkan langkah kemanusiaan di Desa Babo, Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Selasa (10/02), tim bergerak tanpa lelah memastikan setiap program bantuan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hari itu, perhatian utama tertuju pada proses instalasi sumur bor yang menjadi kebutuhan mendesak warga. Air bersih bukan sekadar fasilitas, melainkan sumber kehidupan. Bagi masyarakat Desa Babo, kehadiran sumur bor membawa harapan baru: anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, para ibu lebih mudah menjalani aktivitas rumah tangga, dan warga dapat kembali menata kehidupan dengan lebih layak.
Tak jauh dari lokasi sumur bor, pembangunan Musholla Pajak juga terus dipantau perkembangannya. Bangunan sederhana itu menyimpan makna mendalam. Musholla bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kebersamaan dan penguat spiritual warga yang tengah berjuang bangkit. Target penyelesaian sebelum datangnya bulan suci Ramadhan menjadi motivasi besar bagi seluruh tim dan masyarakat setempat.
“Kami ingin Ramadhan tahun ini menjadi momentum kebangkitan bagi warga Desa Babo. Musholla ini diharapkan bisa menjadi tempat berkumpul, berdoa, dan saling menguatkan,” ungkap salah satu anggota tim BTB di lokasi kegiatan.
Selain pembangunan fisik, koordinasi dengan perangkat desa juga terus dimatangkan untuk menyukseskan Program Buka Puasa Bersama. Program ini dirancang bukan sekadar kegiatan berbagi makanan, melainkan sebagai ruang mempererat tali persaudaraan dan menghadirkan kebahagiaan sederhana di tengah masa pemulihan.
Kehadiran BAZNAS Sidoarjo di Aceh Tamiang menjadi bukti bahwa zakat yang dititipkan masyarakat memiliki kekuatan besar untuk mengubah kehidupan. Setiap rupiah yang disalurkan menjelma menjadi air bersih, tempat ibadah, dan senyum harapan bagi mereka yang membutuhkan. Bantuan ini bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menumbuhkan kembali semangat kemandirian dan martabat warga.
Warga Desa Babo menyambut hangat uluran tangan tersebut. Rasa syukur terpancar dari wajah mereka, menyadari bahwa di tengah kesulitan, masih banyak saudara sebangsa yang peduli. Solidaritas ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah.
BAZNAS Sidoarjo mengajak masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan misi kemanusiaan ini dan berpartisipasi dalam gerakan kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan kebersamaan, setiap bantuan sekecil apa pun dapat menjadi cahaya besar yang menerangi langkah mereka yang tengah berjuang.
Dari Sidoarjo untuk Aceh, pesan kemanusiaan itu bergema kuat: bahwa harapan selalu bisa tumbuh, bahkan di tengah reruntuhan. Selama masih ada kepedulian, akan selalu ada jalan untuk bangkit dan menjemput masa depan yang lebih baik.










